SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Prokes Covid-19, Gubernur NTT: Tingkat Kesadaran Masyarakat Sangat Rendah

Iklan

 


FEC Media
6 Feb 2021, 18.04 WIB
News

Prokes Covid-19, Gubernur NTT: Tingkat Kesadaran Masyarakat Sangat Rendah

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (Ist)


Kupang, Floreseditorial.com - Hasil Evaluasi Penanganan dan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Maret 2020 hingga awal Februari 2021, dinilai belum maksimal.


Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat Rapat Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, bersama Forkopimda Provinsi dan Pemerintahan Kota Kupang, Jumat (5/2/2021).


Menurut Viktor, tingkat kesadaran warga terhadap Prokes Covid-19 masih sangat rendah, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah pasien positif dan pasien yang meninggal dunia di daerah tersebut


“Hingga saat ini, sudah 5.871 orang yang positif dan 152 orang meninggal akibat covid-19 di daerah berbasis kepulauan itu. Bahkan sempat menempati urutan satu nasional dari jumlah kasus selama Januari 2021. Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT harus bertindak cepat dan tegas, menegakkan Prokes Covid-19 ini, untuk mencegah penyebaran lebih banyak lagi,” ungkap Gubernur Viktor.


Seperti diketahui, Gubernur Viktor, sempat terkonfirmasi positif covid-19, dan saat ini telah dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan PCR Test.


“Pemprov NTT terus berupaya menangani cepat dan tegas penyebaran kasus covid-19 yang terus meningkat, dengan melakukan berbagai langkah dan kebijakan, guna mencegah transmisi lokal dan menangani warga yang terpapar,” tegasnya.


Ia menekankan, akan menindak langsung masyarakat yang tidak mengindahkan Prokes Covid-19. Para pelanggar hanya akan diberi peringatan satu kali, setelah itu akan ditindak tegas.


“Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu, pembeli tidak boleh makan di situ. Dibeli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian, jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup satu kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas. Untuk perayaan pesta-pesta, tidak boleh ada sampai bulan Mei 2021. Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” tegas Viktor.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Inche Sayuna, juga menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian, untuk mencegah penyebaran covid-19.


“Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini, kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi. Kita juga harus sosialisasikan vaksin bagi masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” ujanya.