Iklan


 

Valerius Isnoho
23 Feb 2021, 14.47 WIB
Covid-19Headline

Puluhan Karyawan Toko Karya Ruteng Positif Corona

Ilustrasi (Pixabay.com)


Manggarai, Floreseditorial.com - Puluhan Karyawan Toko Karya Ruteng di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan positif virus corona atau covid-19, pada Selasa (23/2/2021).


Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, kepada media ini, Selasa (23/2/2021), menyampaikan, penemuan itu berawal dari beberapa Karyawan Toko Karya Ruteng yang menjalani pemeriksaan rapid antigen secara mandiri, dengan hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif corona.


“Dari total 36 orang Karyawan Toko karya Ruteng yang telah melakukan rapid test antigen, 25 orang Karyawan terkonfirmasi positif covid-19, dan 11 orang lainnya dinyatakan negatif. Ke-25 orang Karyawan ini kemudian diminta untuk menjalankan isolasi mandiri di tempat tinggalnya masing-masing,” ujar Moa.


Sementara itu, Pemilik Toko Karya Ruteng, Vinsen, menuturkan, kasus ini bermula saat sejumlah Karyawan yang bekerja di tokonya itu tidak masuk kerja karena alasan sakit.


“Tiga hari sebelum permintaan swab rapid test antigen dilakukan, terdapat dua orang Karyawan yang menetap di rumah dan enam Karyawan yang menetap di luar, tidak masuk kerja karena mengeluh sakit, dengan gejala semua badan terasa sakit, sakit kepala, batuk, flu dan demam. Hari berikutnya, sepuluh orang Karyawan tidak masuk kerja lagi," terang Vinsen.


Karena curiga dengan situasi tersebut, Vinsen, mengambil keputusan dengan meminta seluruh Karyawan yang berjumlah 36 orang tersebut, agar melakukan pemeriksaan rapid test antigen, dengan seluruh biaya pemeriksaan ditanggung oleh perusahaan. 


“Dari hasil pemeriksaan rapid test yang telah dilakukan di tempat Dokter Praktik/Klinik Swasta, 25 orang Karyawan Toko Karya Ruteng terkonfirmasi positif covid-19. Seluruh Karyawan yang hasil rapid test antigen positif covid-19, langsung diberikan obat, vitamin, serta mendapatkan edukasi kesehatan dan diminta untuk melaksanakan isolasi/karantina mandiri selama 14 hari, dan setelah dinyatakan sehat oleh Tim Medis, baru bisa melanjutkan kerja kembali di toko,” tuturnya. 


Terkait penanganan ke-25 Karyawan Toko Karya Ruteng yang menjalankan isolasi secara mandiri itu, akan dipantau kesehatannya oleh Satgas Covid-19 Tim Kesehatan. Sedangkan terkait aktivitas jual-beli, Vinsen, bersedia menutup toko selama sepekan, guna dilakukan disinfeksi. 


Menurutnya, belum bisa dipastikan sumber awal penularan corona yang terjadi di toko tersebut. Satgas Covid-19 masih melakukan penelusuran terkait sumber penularan. Vinsen mengatakan, sejauh ini, perusahaannya sudah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat sesuai imbaun dan instruksi pemerintah.


“Setiap pagi, Karyawan yang masuk kerja, sebelum masuk toko diwajibkan cuci tangan, ukur suhu badan, tangan disemprot alkohol atau hand sanitizer, wajib pakai masker. Semua pembeli yang mau masuk juga diperlakukan sama,” ungkapnya. 


Sehubungan dengan terpaparnya 25 Karyawan Toko Karya Ruteng itu, Satgas Covid-19 mengimbau kepada seluruh pemilik toko di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai, untuk melakukan rapid antigen secara rutin kepada seluruh Karyawan, baik yang bekerja di toko maupun di rumah kediaman pemilik toko. 


"Demi memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 di tengah-tengah masyarakat, Satgas Covid-19 telah mengantongi daftar nama-nama 25 orang Karyawan dan alamat tempat tinggalnya masing-masing, untuk dilakukan penanganan kesehatan sekaligus mempermudah proses pelacakan kontak erat," jelas Moa.


Satgas Covid-19 juga meminta kepada seluruh masyarakat Manggarai yang seminggu terakhir pernah berbelanja atau kontak erat dengan Karyawan Toko Karya Ruteng yang sudah terkonfirmasi positif corona itu, diminta untuk segera melaporkan diri kepada Satgas Covid-19 atau Fasilitas Kesehatan terdekat, atau bisa melakukan rapid test antigen secara mandiri, serta wajib menerapkan Prokes, isolasi mandiri dan batasi aktvitas.