Iklan

 


Valerius Isnoho
9 Feb 2021, 21.11 WIB
News

Rayakan HPN, FJM Sambangi Kediaman Mantan Wartawan Pos Kupang yang Sedang Sakit Stroke

 
Rombongan FJM saat mengunjungi kediaman mantan wartawan pos Kupang (Foto:Ist)



Manggarai, Floreseditorial.com - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Forum Jurnalis Manggarai (FJM) mengunjungi salah seorang Jurnalis senior yang sedang mengalami sakit stroke, Aleks Haman (57), di kediamannya di Popor, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (9/2/2021).


Pantauan media, belasan Anggota FJM menemui, Aleks Haman dan keluarganya, untuk bersilaturahmi. Pada kesempatan itu, FJM turut memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga, Aleks Haman.


Selain itu, FJM juga berziarah ke makam, Alm. Rofino Kant dan Alm. Enok Tangur, mantan Jurnalis MNC Group yang bertugas di wilayah Kabupaten Manggarai, NTT.


Pada kesempatan itu, Aleks Haman, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan FJM yang telah mengujungi kediamannya. Ia berpesan, rasa solidaritas sebagai sesama profesi tetap harus ditingkatkan, demi menjaga nama baik 'kuli tinta' di Kabupaten Manggarai.


"Atas nama keluarga, saya ucapkan terima kasih atas kebaikan dari teman-teman Pers Manggarai," ujar Aleks kepada Wartawan, saat berbincang-bincang di kediamannya di Popor, Selasa (9/2/2021).


Ia menyampaikan, saat ini, Ia tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan jurnalistik, karena mengalami sakit stroke sejak lima tahun lalu. Meski demikian, Ia mengakui, dirinya sangat mencintai profesi Jurnalis, karena bisa memperjuangkan hak-hak mereka yang tertindas. Bahkan, kebebasan Pers, kata Aleks, harus terus dilindungi demi berjalannya demokrasi.


"Fisik saya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja," kata mantan Jurnalis Pos Kupang itu.


Ia mengisahkan, dirinya termotivasi menjadi Jurnalis, karena semasa kuliah Ia sering menulis di media massa tentang masalah pendidikan di Provinsi NTT. Karenanya, Ia ingin menjadi Wartawan. Bahkan, Ia mengaku, dirinya selalu memperjuangkan hak-hak orang lemah semasa menjadi Jurnalis.


Suami dari, Maria Jelina, itu menjelaskan, sejak tahun 2015 lalu, Ia mengalami sakit stroke setelah meliput kegiatan tambang mangan di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Matim.


"Sudah enam tahun alami sakit stroke," cetus Jurnalis yang juga pernah mengabdi di NTT Ekspres itu.


Sementara itu, Jurnalis TV One Manggarai, Jo Kenaru, mengatakan, kunjungan tersebut sebagai bentuk rasa solidaritas di antara pekerja Pers, baik yang masih aktif maupun rekan-rekan yang berjasa membesarkan Pers di Kabupaten Manggarai, termasuk salah satu Jurnalis senior, Aleks Haman.


"Walaupun sudah tidak aktif menulis karena stroke, tapi Om Aleks, masih memantau perkembangan Pers di Manggarai. Yang pasti, Beliau sangat menginginkan Insan Pers tetap kritis dan independen, dan tetap menjadi penyambung lidah yang baik antara masyarakat dan pemerintah," ungka Jo Kenaru.


Ia menegaskan, Pers hari ini, sebagai garda terdepan menjernihkan kekacauan informasi untuk mencerahkan masyarakat. Menurutnya, Pers berfungsi melawan penyebaran berita bohong atau hoaks, dan ujaran kebencian yang mengancam kemajuan berpikir. Jo menegaskan, Jurnalis Manggarai harus tetap bersatu demi menjaga nama baik profesi mulia itu.


"Di tengah pandemi, Pers harus memberi energi optimisme untuk kebangkitan ekonomi," ujarnya.


Senada, Jurnalis Metro TV Manggarai, Jhon Manasye, mengatakan, Jurnalis harus tetap menjadi corong bagi masyarakat, terutama yang lemah, miskin, dan menjadi korban ketidakadilan. Menurutnya, Jurnalis harus menjadi pengontrol kekuasaan, agar berpihak pada kepentingan umum.


"Sahabat Jurnalis, jangan lelah untuk terus menulis. Menulis sebagai kontribusi dalam membangun daerah dan negeri ini," tukas Jhon.