SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Selain Corona, Jumlah Pasien DBD di NTT Meningkat

Iklan

 


FEC Media
5 Feb 2021, 16.57 WIB
News

Selain Corona, Jumlah Pasien DBD di NTT Meningkat

 
Ilustrasi (pixabay.com)



Kupang, Floreseditorial.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mejadi wabah yang ditakuti oleh masyarakat, selain wabah virus corona atau covid-19. 


Kasus DBD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang sejak 1-5 Februari 2021. Total menjadi 269 dari 236 kasus pada Januari 2021. Sementara korban meninggal sudah mencapai tiga orang.


Tiga orang yang meninggal tersebut yakni, bayi berusia 11 bulan dari Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, balita usia 5 tahun dari Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Flores Timur, dan anak berusia 15 tahun meninggal di Puskesmas Watukapu, Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.


“Saat ini, memang sedang musim DBD. Masyarakat diminta untuk bergotong royong melakukan 3M yakni, memberantas sarang nyamuk Aides aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah, namun tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19. DBD paling banyak menyerang anak-anak, dan banyak orang dewasa terpapar corona,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) NTT, dr. Messe Ataupah, Jumat (5/2/2021).


Dari 22 kabupaten dan kota di NTT, hanya Lembata dan Alor yang masih bebas DBD. Menurut Messe, penyebaran DBD terbanyak terjadi di Kota Kupang dengan 77 kasus, namun 75 pasien di antaranya sudah sembuh, hanya lima orang yang masih dirawat. Sedangkan total pasien DBD yang masih dirawat sampai Jumat (5/2/2021), sebanyak 28 orang berasal dari Kota Kupang dan sepuluh Kabupaten.