SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Selain Kapolres, Sembilan Pejabat Publik di Matim Divaksin

Iklan

FEC Media
3 Feb 2021, 19.11 WIB
Covid-19

Selain Kapolres, Sembilan Pejabat Publik di Matim Divaksin

 
Peserta vaksin perdana di Kabupaten Manggarai Timur (Foto:Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melaksanakan vaksinasi covid-19 perdana di Pelataran Puskesmas Borong, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Rabu (3/2/2021).


Vaksinasi perdana tersebut diwakili oleh sepuluh orang Pejabat Publik, di mana yang pertama menerima suntikan vaksin adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Matim, Heremias Dupa.


“Untuk sementara ini, saya tidak mengalami gejala apapun setelah 30 menit lalu saya disuntik vaksin. Hanya memang rasa nyeri di area bekas jarum suntik ini, karena memang tertusuk jarum jadi rasa nyeri sedikit,” ungkap Heremias.


Ia menambahkan, pemberian vaksin covid-19 tersebut bertujuan untuk antibodi, sehingga tubuh makin kuat dan sehat, serta membentuk kekebalan tubuh.


Sementara itu, Danramil Borong, Kapten Inf. Zainudin, juga mengatakan, setelah 30 menit disuntik vaksin covid-19, Ia tidak merasakan gejala apapun. 


“Saya tidak merasakan gejala apapun untuk sementara ini, pada saat suntik juga tidak apa-apa,” tuturnya.



Dari sepuluh nama penerima vaksin perdana tersebut, hanya Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, yang belum menerima vaksin karena mengalami hipertensi. Kapolres Nugroho, dijadwalkan menerima vaksin covid-19 pada periode berikut, jika telah memenuhi syarat.


“Saya tunda disuntik vaksin covid-19 hari ini, karena darah kurang normal, nanti jadwal berikut,” ungkap Kapolres Nugroho.




Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19, Bonifasius Sai, mengatakan, dalam launching vaksinasi covid-19 perdana tersebut, terdapat sepuluh perwakilan Pejabat Publik yang menerima vaksinasi yakni, perwakilan Pejabat Pemerintah Daerah, Kapolres Matim, Danramil Borong, Tokoh Agama, Tokoh Pendidik dan Camat Borong. Selanjutnya, akan dilakukan penyuntikan secara serempak bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di semua Puskesmas dengan total 1.445 Nakes.


Terpantau media, sebelum menerima suntikan vaksin, para penerima lebih dulu memeriksakan kesehatan seperti, pengukuran tekanan darah serta pendataan penyakit yang diidap calon penerima vaksin. Setelah dinyatakan layak menerima vaksin, maka peserta akan langsung disuntik vaksin covid-19 tersebut.