SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Sengkarut Terminal Kembur, Kejari Manggarai Panggil Sejumlah Pejabat di Matim

Iklan

Valerius Isnoho
1 Feb 2021, 22.22 WIB
HeadlineHukrim

Sengkarut Terminal Kembur, Kejari Manggarai Panggil Sejumlah Pejabat di Matim

 
Kabag ULP Kabupaten Matim, Kasmir Dalis Arianto (kiri), Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Matim, Nikolaus Tatu (kanan), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Matim saat ini, Gaspar Nanggar (bawah). (Foto: FEC Media/Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com - Polemik terbengkalainya mega proyek pembangunan Terminal Kembur yang terletak di wilayah Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kini mulai ditelisik pihak Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai di Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihak Penyidik Kejari Manggarai telah memanggil sejumlah Pejabat Daerah di Kabupaten Matim, untuk menggali informasi awal.


Pemanggilan tersebut juga bertujuan untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan, terkait dugaan penyimpangan anggaran negara dalam pembangunan proyek tersebut.


Kepala Kejari Manggarai, Yoni P. Artanto, melalui kasi Pidum, Sendhy Pradana, kepada media ini, Senin (1/2/2021), menuturkan, beberapa orang yang dipanggil itu yakni, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Matim saat ini, Gaspar Nanggar,  Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Matim, Nikolaus Tatu, dan Kabag ULP Kabupaten Matim, Kasmir Dalis Arianto.


Shendy mengungkapkan, pemanggilan sejumlah pejabat dan pengelola proyek itu dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang masuk ke pihak Kejari Manggarai, lantaran proyek pembangunan Terminal Kembur yang dibangun di masa pemerintahan, Yoseph Tote, itu tidak difungsikan.


Menurut masyarakat, kata Shendy, pengerjaan proyek itu belum selesai, sebab akses masuk khusus ke Terminal Kembur itu sama sekali tidak ada, sehingga tidak dapat dimanfaatkan hingga saat ini.


Shendy merincikan, proses pembangunan Terminal Kembur itu dilakukan selama tiga tahap, dengan biaya sekitar Rp 3 Miliar lebih.