Iklan

Adrianus Paju
8 Feb 2021, 08.51 WIB
News

Tak Pernah Diperbaiki Sejak Tahun 90-an, Kondisi Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Manggarai Sangat Memprihatinkan

 
Ruas jalur provinsi lintas kapubaten yang menghubungkan Kabupaten Manggarai wilayah utara dengan Kabupaten Manggarai Barat, tepatnya pada ruas jalur di wilayah Reok, Kecamatan Reok menuju wilayah Tureng, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. (Foto: Adrianus Paju)



Manggarai, Floreseditorial.com - Ruas jalur provinsi lintas kapubaten yang menghubungkan Kabupaten Manggarai wilayah utara dengan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), tepatnya di wilayah Reok, Kecamatan Reok menuju wilayah Tureng, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat memprihatinkan.


Jalur yang diketahui pernah diaspal sekitar tahun 90-an silam itu, kini sudah tampak rusak parah bahkan nyaris tak berbekas aspal pada sebagian titik. Sarana yang menjadi satu-satunya akses warga agar dapat menjual hasil kebun ke wilayah kota kecamatan atau kota kabupaten itu, kini terlihat bak kubangan kerbau. Bahkan, nyaris tak dikenal sebagai jalur transportasi lagi, sebab kondisi yang dilepasbiarkan pemerintah itu, dipenuhi lumpur dan genangan air, berdampak pada molornya akses transportasi warga dalam mendistrubusikan hasil kebun ke kota.


Tak jarang, upaya untuk mengantar pasien rujukan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari dua Puskesmas di wilayah Reok Barat ke wilayah kabupaten dengan jarak sekitar 90-an kilometer itu, kian menjadi kisah yang menyedihkan bagi para pasien dan petugas kesehatan, karena ikut terhambat akibat parahnya kerusakan jalan di wilayah itu.


Kepada Wartawan, salah seorang pengguna jalur yang mengaku sebagai warga Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, dan tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, kondisi kerusakan jalur di wilayah itu kian menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, saat ini. Sebab, program pembangunan yang dicanangkan belum dirasakan merata, khusus bagi warga Reok Barat, Kabupaten Manggarai.


"Lihat sendiri, Pak. Jalur provinsi kondisi macam ini. Kalau tak kunjung diperhatikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) hingga masa jabatan, Gubernur Laiskodat, selesai, maka ini akan menjadi preseden buruk di mata masyarakat," ungkapnya.


Ia menambahkan, kondisi jalur yang sudah rusak parah selama belasan bahkan puluhan tahun itu, sangat dirasakan dampaknya, yang menghambat bahkan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.


Menurutnya, jika Gubernur tidak bisa meninjau kondisi tersebut secara langsung, para Anggota Dewan yang mewakili warga Manggarai Rayazm, mestinya mampu menyuarakan itu.


"Menurut saya, kiprah Anggota DPR Provinsi juga dalam menyerap aspirasi masyarakat sama sekali tidak ada, karena tidak melihat perubahan yang signifikan sebagai representasi langsung dari warga itu sendiri," ujarnya.


Ia berharap, Anggota DPR Dapil Manggarai Raya yang saat ini berjuang di wilayah provinsi, benar-benar menyuarakan kondisi yang terjadi itu, sehingga jalur transportasi di wilayah tersebut segera diperhatikan.


Pantauan Wartawan di sepanjang lokasi, kerusakan terjadi hampir sepanjang jalur mulai dari daerah Racang, Desa Watu Baur, Kecamatan Reok hingga ke Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, atau sekitar 45 kilometer.


Kerusakan paling parah terlihat di beberapa titik yakni, sepanjang wilayah Racang, Desa Watu Baur, Pering, Desa Rura, Wontong, Desa Toe, Kajong, Desa Kajong dan di wilayah Tureng, Desa Nggalak.