Iklan

 


Adrianus Paju
5 Feb 2021, 10.04 WIB
Headline

Terseret Arus Sungai Wae Pesi Sejauh Tiga Mil, Risky Aditya Ditemukan Tidak Bernyawa


Korban saat dievakuasi Tim Basarnas. (Foto: Kapolsek Reo)

Manggarai, Floreseditorial.com - Jasad Risky Aditya Rifai Karim (13), Siswa Pondok Pesantren Pancasila Reo yang tenggelam di Sungai Wae Pesi, Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 17.00 WITA, ditemukan para Nelayan dalam keadaaan tidak bernyawa.


Korban ditemukan oleh, Vinsensius Jumat, salah seorang Nelayan di Pantai Toro Luwuk Serise, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur Matim, pada Kamis (4/2/2021) pukul 23.00 WITA, sekitar tiga mil dari tempat korban pertama kali terseret arus sungai.


Kapolsek Reo, Ipda Agustian Sura Pratama, kepada Wartawan, Jumat (5/2/2021), menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan saat Nelayan tersebut hendak pergi mencari ikan di sekitar wilayah pantai. 


“Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi tergeletak dengan badan terlentang tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang berwarna coklat dan sabuk (ikat pinggang) warna hitam,” terangnya.


Melihat kondisi itu, Venansius, langsung kembali ke Kampung Luwuk untuk menyampaikan temuan jasad itu kepada Ketua RT setempat, Efridus Suhardi. Keduanya kemudian meminta bantuan, Ade Parera, untuk mengambil foto jenazah dan mengirim foto tersebut via WhatsApp kepada, Norman, untuk kemudian ditunjukkan kepada keluarga korban.


Atas informasi itu, lanjut Ipda Agustian, empat orang Anggota Polsek Reo, tiga orang Anggota Sat Polair, dua orang Anggota Koramiln1612/03 Reo dan tujuh Anggota Basarnas bergegas menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah.


“Jenazah dievakusi dari TKP langsung menuju ke Puskesmas Reo untuk dilakukan Visum et Repertum oleh dr. Husnawati,” paparnya.


Dari hasil visum, kata Ipda Agustian, tidak ada tanda-tanda kekerasaan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya diantar menggunakan mobil patroli Polsek Reo untuk disemayamkan di rumah, Rifai Karim, orang tua korban.