Iklan

 


Rian Laka
3 Feb 2021, 12.56 WIB
News

Tiga Puskesmas di Ende Tidak Miliki Dokter

 
Bupati Ende, Djafar Achmad. (Foto: Ist)


Ende, Floreseditorial.com - Dari 25 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sedikitnya tiga Puskesmas yang sedang mengalami ketiadaan dokter.


Ketiga Puskesmas tersebut yakni, Puskesmas Loboniki di Kecamatan Kota Baru, Puskesmas di Kecamatan Pulau Ende, dan Puskesmas Onekore di Kecamatan Ende Tengah.


Hal ini diketahui saat pertemuan antara Bupati Ende, Djafar Achmad, bersama Direktur RSUD Ende, Dinkes Ende dan 32 Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ende, di Lantai II Kantor Bupati Ende, Selasa (2/2/2021/).


Menurut Bupati Djafar, pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun sinergisitas penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Ende, NTT.


Karenanya, mengingat ketiadaan Dokter di tiga Puskesmas tersebut, Bupati Djafar, berjanji akan mengatur kekosongan tersebut dengan memindahkan para Dokter dari Puskesmas lain yang kelebihan Dokter.


“Akan kita atur kembali secepatnya,” ujarnya.


Selain mengisi kekosongan Dokter di tiga Puskesmas, beberapa komitmen yang dijadikan rekomendasi antara lain, panduan kesehatan dalam penanganan covid-19 melalui penyiapan alur pelayanan dan rujukan.

Selain itu, kolaborasi data, laboratorium dan klinik swasta tentang hasil swab antigen, upaya menjamin isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan dan pelayanan sampai selesai. 


Di sisi lain, Bupati Djafar, mengapresiasi kerja para Dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya yang telah berjuang bersama pemerintah dalam penanganan covid-19.


“Kita berkumpul bukan hanya untuk covid-19 saja, tapi juga untuk stunting, HIV/AIDS, DBD, malaria. Dan saya berterima kasih atas perjuangan kita. Kita tidak boleh mundur. Harus tetap tegar,” ungkap Bupati Djafar.