Iklan

 


Ignasius Tulus
15 Feb 2021, 18.28 WIB
Hukrim

Total Loss Proyek Tambatan Perahu Pota, Kepala BPKP NTT: Hasilnya Sudah Disampaikan ke Polres Manggarai Pada Oktober 2013

Kantor BPKP NTT. (Foto: Ignas Tulus)





Kupang, Floreseditorial.com — Proyek Tambatan Perahu Pota di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata sudah diaudit oleh pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), NTT.


Hal itu dibenarkan Kepala BPKP NTT, Sofyan Agustinus, melalui Koordinator Pengawas (Korwas) Investigasi BPKP NTT, Oman Rochmana, saat ditemui floreseditorial.com di kantornya, Senin (15/2/2021) sore.


"Terkait Proyek Tambatan Perahu Pota, sudah diselesaikan audit investigasinya," ujar Oman.


Ia menjelaskan, dari hasil audit investigasi yang dilakukan, pihaknya menyimpulkan bahwa Proyek Tambatan Perahu di Pota itu Total Loss atau dianggap tidak dikerjakan.


"Hasilnya sudah disampaikan ke Polres Manggarai, di bulan Oktober 2013," ungkapnya.


Ia menambahkan, kerugian keuangan negara dari Proyek Tambatan Perahu Pota itu, setara dengan biaya yang digunakan dalam pengerjaan tambatan perahu tersebut.


Diberitakan media ini sebelumnya, permintaan audit oleh BPKP NTT terhadap Proyek Tambatan Perahu Pota diminta oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Matim Periode 2009-2014.


Seorang sumber terpercaya floreseditorial.com, pada Jumat (5/2/2021), menjelaskan, saat itu, DPRD Matim menemukan adanya indikasi ketidakberesan dalam proyek tersebut.


“Sehingga DPRD mendorong BPKP NTT melakukan audit pada proyek itu,” kata sumber tersebut.


Menurutnya, meski tak ada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP NTT yang disampaikan secara resmi ke Dewan saat itu, namun sejumlah bocoran yang diperoleh Lembaga Dewan menemukan bahwa kesimpulan LHP BPKP NTT untuk proyek tersebut itu Total Loss.


“Total Loss itu artinya dianggap tidak ada pekerjaan, karena saat diaudit, proyeknya sudah hancur lebur, sehingga dianggap tidak ada pekerjaan, tetapi ada anggaran daerah yang keluar,” ungkap sumber tersebut.


Proyek dengan Pagu Rp 1.627.923.000 yang dikerjakan oleh CV. Wae Loseng pada tahun 2012 silam itu, menyeret beberapa nama Pejabat, salah satunya 

mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Matim selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu, Jahang Fansi Aldus, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai.


Selain Jahang Fansi Aldus, beberapa nama lain yang dianggap turut bertanggung jawab atas proyek pembangunan tersebut adalah mantan Sekretaris Dinas Pehubungan (Sekdishub) Kabupaten Matim, Nikolaus Tatu, yang saat ini menjabata sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (Sekwan) Kabupaten Matim.