SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Warga Endus Dugaan Korupsi Dana Perawatan Balai Desa Gunung Baru

Iklan

FEC Media
8 Feb 2021, 17.43 WIB
HeadlineHukrim

Warga Endus Dugaan Korupsi Dana Perawatan Balai Desa Gunung Baru

Bangunan Gedung Balai Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Bangunan Gedung Balai Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat ini, nganggur dan tidak dimanfaatkan. Padahal, biaya perawatan gedung yang dibangun pada 2018 silam itu, terus mengalir dari Pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) desa tersebut.


Floreseditorial.com mencatatat, selama dua kali berturut-turut, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat menggelontorkan sedikitnya Rp 30.415.601 untuk biaya perawatan gedung yang sama sekali tidak difungsikan itu.


Di tahun 2019, Pemdes Gunung Baru mengalokasikan biaya perawatan sebesar Rp 9.975.000. Menyusul di tahun 2020, Pemdes setempat kembali mengalokasikan biaya perawatan sebesar Rp 20.440.601. Namun, peruntukan biaya tersebut dinilai tidak jelas, sebab gedung tersebut tidak pernah difungsikan. 


Beberapa warga setempat menduga, alokasi dana perawatan tersebut sebenarnya mengalir ke kantong-kantong Pejabat Desa setempat. 


Mantan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gunung Baru, Eras Eman, dalam keterangan yang diterima Wartawan, menjelaskan, gedung tersebut dibangun tiga tahun silam menggunakan Dana Desa.


“Gedung ini dibangun sejak tahun 2018, dengan anggaran sebesar Rp 158.546.300. Alokasi dana tersebut tidak seimbang dengan yang diharapkan masyarakat Desa Gunung Baru. Ironisnya, gedung yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari Kantor Desa ini, tidak pernah dimanfaatkan oleh Pemdes dan masyarakat setempat,” ungkapnya.


Ia menduga, gedung tersebut hanya dimanfaatkan untuk dijadikan salah satu item untuk mengambil Dana Desa, melalui dana perawatan yang terus dialokasi setiap tahunnya.


“Saya menduga, dana perawatan ini menjadi ‘makanan’ empuk, ada laporan yang fiktif,” bebernya.


Untuk diketahui, perihal dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh Pemdes Gunung Baru tersebut, sebenarnya telah diendus pihak Kepolisian. Tercatat, pada 28 November 2019 silam, pembangunan balai desa itu pernah diaudit oleh Polres Manggarai.


Menyikapi laporan warga, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Matim, Yosef Durahi, mengatakan, pihaknya akan secepatnya meninjau kasus dugaan penyimpanan Dana Desa di Desa Gunung Baru tersebut.


“Memang selama ini kami sudah mendengar persoalan ini. Setelah menyelesaikan persoalan-persoalan di desa lain, secepatnya kami akan turun ke Desa Gunung Baru," tukasnya saat dihubungi Wartawan pada, Senin (8/2/2021) siang.


Sementara itu, Kades Gunung Baru, Agustinus Tinda,  belum berhasil dihubungi media. Dihubungi media ini pada Senin (8/2/2021), namun belum direspon.