Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
10 Feb 2021, 18.30 WIB
News

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Kadis PUPR Matim: Belum Bisa Dikerjakan Sepenuhnya

Kondisi jalan yang rusak di Desa Bea Waek, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Bea Waek dan Golo Rengket, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak parah.

Salah satu pengguna jalan, Frans Sumbang, ditemui media ini di lokasi, Rabu (10/2/2021), mengatakan, kondisi jalan tersebut sudah rusak sejak lama, namun hingga kini belum ada perbaikan.


“Jika musim kemarau, kami sering melakukan kerja bakti bersama warga sekitar dan juga beberapa pengguna jalan yang berasal dari wilayah terdekat. Kadang, kami juga patungan untuk beli semen dan pasir, untuk menambal beberapa titik jalan yang rusak parah,” beber Frans.

 

Senada, pengguna jalan lainnya, Nando, juga menyatakan bahwa jalan tersebut sudah sejak lama mengalami kerusakan, dan setiap tahunnya semakin parah, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini.


“Jalan ini juga merupakan jalan pintas yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Lamba Leda Selatan, serta beberapa kecamatan di Kabupaten Matim," ungkap Nando.


Ia berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim segera melakukan perbaikan di beberapa titik jalan yang rusak parah tersebut. Apalagi, menurut Nando, jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghidupkan perekonomian warga sekitar.



Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Matim, Yohanes Marto, dihubungi media via telepon, Rabu (10/2/2021), mengatakan, jalur tersebut belum bisa dikerjakan sepenuhnya pada tahun 2021 ini. 


"Di tahun ini, jalur tersebut belum bisa dikerjakan sepenuhnya. Akan ada anggaran sekitar Rp 300-an juta untuk tahun 2021, untuk memperbaiki beberapa titik yang rusak parah. Sedangkan untuk tahun 2022, akan diupayakan untuk dilakukan peningkatan status jalan, serta membangun beberapa infrastruktur pendukung lainya," jelas Yohanes.