Iklan

 




FEC Media
20 Feb 2021, 21.21 WIB
HeadlineHukrim

Yoseph Tote Bantah Terlibat

Yoseph Tote. (Foto: Valerius Isnoho)



Manggarai, Floreseditorial.com - Mantan Bupati Manggarai Timur (Matim), Yoseph Tote, membantah dirinya terlibat dalam sengkarut proyek tambatan perahu di Pota, kecamatan Sambi Rampas, yang telah dibangun pada tahun 2012 silam.


Meski saat itu dirinya menjabat sebagai Bupati Matim, namun Yoseph Tote berdalih bahwa penanggungjawab utama proyek dengan pagu sebesar Rp. 1.627.923.000 itu adalah dinas teknis yaitu dinas Perhubungan yang saat itu dipimpin oleh Jahang Fansi Aldus.



Menurut Bupati Matim Periode 2008-2019 itu, terkait kebijakan umum, hal itu memang tanggungjawab dirinya selaku Bupati. 


“Namun, terkait pelaksanaan secara tekhnis, itu tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat itu,” kata Yoseph Tote saat ditemui awak media di halaman Kantor Kejari Manggarai belum lama ini 


Menurutnya, perencanaan proyek tersebut telah dilakukan sesuai tahapan perencanaan dan pembahasan di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Matim.


“Pada saat perencanaan itu, semua anggota DPRD Kabupaten Matim setuju untuk bangun Tambatan Perahu,” tandas Yoseph Tote.


Terpisah, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT, Sofyan Agustinus, saat ditemui media ini di kantornya beberapa hari yang lalu menjelaskan, hasil audit investigasi perihal kerugian Negara dalam proyek tersebut telah diberikan kepada pihak Polres Manggarai pada Oktober 2013 silam.

 

Ia menjelaskan, dari hasil audit investigasi yang dilakukan, pihaknya menyimpulkan bahwa terhadap Proyek Tambatan Perahu di Pota, terjadi Total Loss atau dianggap tidak dikerjakan.



"Hasilnya sudah disampaikan ke Polres Manggarai, di bulan Oktober 2013," ungkapnya saat ditemui Jurnalis floreseditorial.com di Kantor BPKP NTT di Kupang.



Menurutnya, kerugian keuangan negara dari Proyek Tambatan Perahu Pota itu setara dengan biaya yang digunakan dalam pengerjaan tambatan perahu tersebut.