Iklan

FEC Media | Verified Writer
24 Mar 2021, 17.23 WIB
Headline

47 KK di Lamba Leda Utara Konsumsi Air Keruh

Sungai yang menjadi satu-satunya sumber air warga. (Foto: FEC Media / Yohanes Noe)




Manggarai Timur, Detakterkini.com - Sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) di Nanga Rema, Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami krisis air bersih selama puluhan tahun.


Menurut pengakuan salah seorang warga setempat yang enggan namanya dimediakan, kepada detakterkini.com, Rabu (24/3/2021), menyampaikan, satu-satunya sumber mata air warga bersumber dari sebuah kali yang terdapat di sekitar desa tersebut. Dan saat musim hujan seperti saat ini, air tersebut menjadi keruh.


"Selama ini, kami menggunakan mesin sebagai alat untuk memompa air kali menuju kampung. Sementara untuk menampung air itu, satu buah tempat penampung (fiber) yang ditempatkan di tengah kampung. Fiber ini hanya bisa menampung air 1.500 liter dan hanya terdapat satu buah," jelasnya.


Ia mengaku, sejak Oktober 2020 lalu, fiber tersebut tidak bisa digunakan lagi, karena pipa penyalur air dari kali menuju fiber sudah rusak. Ia menambahkan, selama musim hujan, warga desa setempat terpaksa mengonsumsi air kali yang keruh.


"Sebelum dikonsumsi, kami menampungnya terlebih dahulu pada temapat-tempat air yang tersedia di rumah masing-masing, sambil menunggu kotoran dan lumpur dalam air itu mengendap. Kami menimba air kali yang keruh, kemudian kami menampung air tersebut pada gumbang yang tersedia sebagai alat penyaring dan setelah itu airnya dimasak," bebernya.


Sementara itu, menurut pengakuan salah seorang Tokoh Adat setempat yang juga tidak ingin namanya dimediakan, menjelaskan, sumber mata air di desa tersebut hanya ada di kali yang airnya keruh itu. Dan sejak puluhan tahun warga desa setempat sudah mengonsumsi air kali itu.


"Sudah pernah dilakukan pemboran untuk sumur bor, tapi alhasil airnya tetap asin. Setelah pemboran ini, pihak pemerintah lepas tangan dan tidak ada tindaklanjutnya sampai saat ini. Mesin yang sebagai alat pompa air juga kini sudah rusak total," bebernya.


Ia menyampaikan, pihaknya sangat mengharapkan kehadiran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim, untuk menanggapi dan menangani terkait keluhan dan kebutuhan warga akan air bersih tersebut.


Laporan: Yohanes Noe