Iklan

Valerius Isnoho
22 Mar 2021, 19.20 WIB
Ekbis

Alokasi Pupuk Subsidi Tidak Sesuai Target, Hasil Produksi Petani di Manggarai Menurun

Ilustrasi Pupuk Bersubsidi. (Foto: Tempo)





Petani Diimbau Berani Beli Pupuk Non Subsidi


Manggarai, Floreseditorial.com - Upaya Petani di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka meningkatkan hasil pertanian, terganjal dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang hanya mengalokasikan Pupuk Subsidi sebanyak 5.560 ton dari 26.828 ton yang diusulkan.


Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara, melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana dan Prasarana, Yuliana Adur, menyampaikan, jumlah Pupuk Subsidi yang dialokasikan Pemerintah Pusat Tahun 2021 untuk Kabupaten Manggarai, hanya 5.560 ton atau hanya 27% dari 26.828 ton yang diusulkan.


"Melalui Dinas Pertanian Provinsi, total usulan kami ada 26.826 ton, tapi yang dialokasi hanya 5.560 ton," kata Yul Adur, saat ditemui media ini di ruangan kerjanya, Senin (22/3/2021).


Ia menjelaskan, meskipun Kuota Pupuk Subsidi yang dialokasikan Pemerintah sangat sedikit, namun bisa dipastikan semua Petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) bisa mendapatkan bagian, tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan Petani.


"Kita bisa pastikan dengan jumlah kuota yang terbatas, semua Petani mendapat bagian, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.


Ia menambahkan, akibat kekurangan Pupuk Subsidi tersebut, hasil produksi pertanian di Kabupaten Manggarai diperkirakan menurun dari target yang ada.


"Terbatasnya jumlah Pupuk Subsidi dari yang diusulkan, tentu bisa berdampak pada menurunya hasil produksi pertanian dari target yang ada," ungkap Yul Adur.


Ia berharap, di tengah kekurangan Kuota Pupuk Subsidi tersebut itu, diharapkan untuk membeli Pupuk non Subsidi meskipun harganya cukup tinggi.


"Satu-satunya cara untuk mengatasi kekurangan Pupuk itu, Petani harus berani untuk membeli Pupuk non Subsidi," tukasnya.