Iklan

Valerius Isnoho
3 Mar 2021, 12.13 WIB
News

Aset Pemda Manggarai, PMKRI: Berantas Para Calo Tanpa Pandang Bulu

 
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Heri Mandela. (Foto: Ist)


Manggarai, Floreseditorial.com - Penertiban Aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai yang disinggung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, memantik respon Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng.  


Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Heri Mandela, kepada media ini, Selasa (2/3/2021) malam, mengatakan, selama ini Aset Pemda Manggarai seperti pasar dan ruko dikuasai oleh segelintir calo. Mereka mengontrak Aset Pemda tersebut dengan harga murah, lalu menyewakannya lagi hingga menjual kepada pihak lain dengan harga yang sangat mahal. 


Praktik calo tersebut sudah berlangsung lama dan sudah menjadi rahasia umum. Sementara selama ini Pemda Manggarai terkesan melakukan pembiaran. Menurut Mandela, oknum-oknum calo tersebut memiliki hubungan, kepentingan, dan pengaruh besar di lingkaran Pemda Manggarai. 


“Percaloam Aset Pemda sudah berlangsung lama dan selama ini Pemda tutup mulut. Hal ini disebabkan karena oknum calo punya hubungan, kepentingan, dan pengaruh yang cukup besar di lingkaran Pemda Manggarai,” ujar Mandela.


Ia menyampaikan, pihaknya mendukung langkah Pemda Manggarai terkait penertiban Aset Pemda Manggarai itu. Ia menegaskan, aset tersebut mestinya diperuntukkan bagi warga yang benar-benar mau berdagang, bukan dimanfaatkan oleh calo yang mengambil keuntungan dari selisih harga kontrak kepada pedagang, dengan harga sewa yang harus dibayar kepada pemerintah. 


Mandela, meminta kepada Pemda Manggarai agar memberantas para calo tanpa pandang bulu. Pemda harus berani menghentikan aksi tersebut, meskipun pelaku memiliki hubungan, kepentingan, dan pengaruh besar dengan lingkaran kekuasaan atau punya kontribusi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 lalu. 


"Jangan sampai niat baik ini terhalangi karena ada hubungan kekerabatan dengan para calo yang ada di sana. Dan tantangan yang paling berat adalah ketika harus berhadapan dengan orang yang punya andil atau kontribusi dalam urusan Pilkada kemarin," tukasnya.