Iklan

FEC Media
30 Mar 2021, 20.17 WIB
Headline

Bupati Sikka Pukul Kasat Pol PP dan Damkar

Leo (baju hitam), anak Bupati Sikka yang terjaring Operasi Yustisi karena tidak mengenakan masker. (Foto: Lazarus Nada)




Sikka, floreseditorial.com - Desas desus Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, memukul dan menendang Kasat Pol PP dan Damkar Sikka beserta Anggota, akhirnya terkuak.


Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Pol PP dan Damkar Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, di Ruang Komisi I DPRD Kabupaten Sikka, Selasa (30/3/2021).


Buang da Cunha, menjawabi desakan Anggota Pansus terkait informasi tersebut, dan diakuinya saat Rapat Pansus I LKPJ TA 2020.


“Kami dipanggil Pak Bupati. Dan waktu ketemu, memang Pak Bupati sempat pukul dan tendang kami. Saya sendiri juga dapat pukul,” kata Buang sambil memperagakan gaya Bupati Sikka saat memukulinya.


Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/3/2021) lalu. Terkait penyebab pemukulan tersebut, Buang, meyakini masih ada kaitannya dengan Operasi Yustisi yang dilakukan SatPol PP dua hari sebelumnya.


Kasat Pol PP dan Damkar saat memberikan keterangan di hadapan Pansus I saat LKPJ Tahun 2020, di Ruang Komisi I DPRD Sikka, Selasa (30/3/2021). (Foto: Lazarus Nada)


Disaksikan langsung media ini, SatPol PP menjaring anak dari Bupati Sikka yang bernama, Leo, yang diketahui tidak mengenakan masker.


Anggota DPRD Sikka sekaligus Pemimpin Rapat Pansus, Florensia Klowe, menyesalkan tindakan yang dilakukan Bupati Sikka terhadap Kasat Pol PP dan Damkar bersama Anggota.


"Tindakan tersebut tidak pantas dilakukan seorang Kepala Daerah," tegasnya.


Saat dimintai keterangan seusai Rapat Pansus, Buang da Cunha, enggan menceritakan dan memberikan keterangan kepada Wartawan.


“Langsung ke Kabid Perundang-undangan saja,” katanya sambil lalu.


Terpisah, Kabid Perundang-undangan, Paskalis Jogo, juga menolak untuk berkomentar, dan mengarahkan Wartawan meminta keterangan dari Kasat Pol PP dan Damkar.


"Silahkan minta keterangan ke Kasat saja," pintanya.


Laporan: Lazarus Nada

Editor: Adrian Paju