Iklan

Valerius Isnoho
24 Mar 2021, 17.49 WIB
News

Dinas P2KBP3A Manggarai Lakukan Pendataan Keluarga Tahun 2021


Petugas Pendataan Keluarga (PK-21) saat foto bersama Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, yang didampingi oleh Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai, Silvanus Hadir. (Foto: Valerius Isnoho)



Manggarai, Floreseditorial.com - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan kegiatan Pendataan Keluarga (P-21) Tahun 2021, berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Rabu (24/3/2021).

Kepala Dinas (Kadis) P2KBP3A Manggarai, Silvanus Hadir, kepada media ini, menyampaikan, kegiatan Pendataan Keluarga Tahun 2021 (P-21) itu akan dilakukan mulai 1 April 2021 sampai 31 Mei 2021.

"Kegiatan ini didata untuk seluruh Kepala Keluarga (KK), kurang lebih 66.360 KK yang ada di Kabupaten Manggarai. Rencananya mulai tanggal 1 April, kita melakukan pendekatan di Kecamatan Langke Remong. Kita mulai mendata dari keluarga Bupati, keluarga Wakil Bupati (Wabup), dan keluarga Sekretaris Daerah (Sekda). Lalu nanti dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan untuk mendata KK yang ada di 12 Kecamatan, 171 Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Manggarai," jelas Silvanus.

Menurutnya, kegiatan tersebut dalam rangka mengetahui data yang komprehensif untuk seluruh KK yang ada di Manggarai, di mana kegiatan itu dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Untuk Kader Pendataan yang disiapkan ada 442 orang. Mereka nanti dilaporkan kepada Supervisor yang jumlahnya 171 orang. Kemudian data itu dilanjutkan kepada Manager Data yang jumlahnya 12 orang, di mana mereka mendata di 66.360 KK. Kalau data yang diambil oleh para Kader itu ada yang salah atau belum benar, maka itu oleh Supervisor dikembalikan kepada para Kader, untuk melakukan pendataan ulang KK. Tetapi kalau datanya sudah valid, maka itu langsung dikirim kepada Manager Pengelola atau Manager Data," paparnya.

Ia menambahkan, terkait sarana yang digunakan untuk pendataan tersebut, yakni formulir atau secara manual dan menggunakan smartphone.

"Untuk yang menggunakan smartphone itu, data yang dikelola oleh Kader Pendata, kemudian dikirimkan ke Supervisor, lalu dikirimkan ke Manager Data. Kemudian kalau datanya sudah valid, dikirimkan melalui Server Regional untuk diteruskan ke Server Pusat. Kalau data itu belum valid, maka data itu juga akan dikembalikan kepada para Kader, untuk melakukan pendataan ulang kepada KK yang bersangkutan atau yang belum lengkap," ungkapnya.

Ia menyampaikan, terdapat 15 data yang diperlukan untuk Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK-21) tersebut yakni, indikator kependudukan, data keluarga, nama anggota keluarga, nomor kependudukan, jenis kelamin, tangal bulan tahun lahir, status perkawinan, usia kawin pertama, kepemilikan akta lahir, hubungan anggota keluarga, hubungan anak dengan Ibu kandung, agama, status pekerjaan, pendidikan, kepesertaan jaminan kesehatan nasional dan keberadaan anggota keluarga. 

"Ada indikator lain yang mereka mau data dari Keluarga Berencana (KB) adalah jumlah anak lahir hidup, jumlah anak masih hidup, jumlah anak yang diinginkan, status kehamilan, keinginan kehamilan dan keinginan punya anak pintar," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, meminta seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai harus memberikan data yang lengkap kepada Petugas Pendataan. 

"Petugas Pendataan Keluarga (PK-21) akan dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD), karena pendataan dalam situasi pandemi covid-19. Kepada masyarakat agar memberikan data keluarga yang benar kepada petugas, supaya tiada ada lagi data yang tidak ter-cover dalam Pendataan Keluarga (PK-21) pada tahun ini," tukasnya.

Pantauan media ini, turut hadir dalam kegiatan Pendataan Keluarga (PK-21) tersebut, 12 Camat yang ada di Kabupaten Manggarai.