SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dugaan Korupsi Dana Desa Paan Leleng, Kerugian Negara Lebih dari Rp 350 Juta

Iklan

 


FEC Media
22 Mar 2021, 18.33 WIB
HeadlineHukrim

Dugaan Korupsi Dana Desa Paan Leleng, Kerugian Negara Lebih dari Rp 350 Juta

 

Ilustrasi (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.comDugaan korupsi Dana Desa (DD) kembali terendus dari Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak tanggung-tanggung, dugaan korupsi DD Tahun Anggaran 2019 itu mencapai Rp 360.000.000 dari dua pos anggaran yakni Proyek Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Pemakaman Milik Desa/Situs Bersejarah senilai Rp 120.000.000 dan Proyek Pemeliharaan Fasilitas Jamban Umum/MCK Umum Senilai Rp 240.000.000.


Dua proyek bernilai ratusan juta itu, hingga saat ini tidak memiliki bukti fisik.


Sayangnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Matim dan Inspektorat setempat, terkesan ‘tutup mata’ dengan dugaan kerugian negara di desa tersebut.


Salah seorang warga Desa Paan Leleng, Firman Jaya, kepada Floreseditorial.com, Senin (22/3/2021), menjelaskan, dugaan kerugian negera tersebut ditemukan karena adanya alokasi DD untuk pengerjaan dua item proyek tersebut.


“Anggarannya ada, itu dari DD Tahun 2019, namun hingga saat ini fisik proyek tidak ada,” kata Firman.


Ia menambahkan, selain Proyek Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Pemakaman Milik Desa/Situs Bersejarah dan Proyek Pemeliharaan Fasilitas Jamban Umum/MCK Umum yang hingga saat ini tidak memiliki bukti fisik, beberapa item proyek bermasalah lainnya juga disinyalir masih ada di desa tersebut.


“Dari dua proyek ini saja, kerugian negara sudah lebih dari Rp 350 juta,” ungkapnya.


Firman, juga menyayangkan sikap pihak DPMD Kabupaten Matim dan Inspektorat setempat, yang terkesan mengabaikan dugaan kerugian negara di desa tersebut.


“Saya justru mempertanyakan DPMD Matim, yang terus menggolkan usulan anggaran desa tahun berikutnya, sementara masih ada proyek tahun sebelumnya yang bermasalah. Saya menduga mereka turut berkonspirasi dalam dugaan koruspi DD di Desa Paan Leleng ini,” beber Firman.


Firman, mengancam akan melaporkan para pihak yang diduga terlibat dalam dugaan koruspi proyek DD Tahun 2019 di Desa Paan Leleng itu.


“Jika mereka tak bersikap, dalam waktu dekat saya akan melapor ke Kejaksaan,” tegasnya.


Sementara hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Desa (Kades) Paan Leleng, Kristoforus Hasiman, belum berhasil dikonfirmasi media ini. Dihubungi via telepon namun belum tersambung.


Tak hanya Kades Paan Leleng, media juga sudah mencoba menghubungi salah seorang Kaur Dasa Paan Leleng, Arsi Tarsikal, namun juga belum terkonfirmasi.