Iklan

Benediktus Kia Assan
17 Mar 2021, 09.55 WIB
News

Gunung Ile Lewotolok Lembata Lontarkan Lava Pijar, Warga Diimbau Waspada

 
Lontara lava pijar Gunung Ile Lewotolok, Selasa (16/3/2021) malam. (Foto: PVMBG Ile Lewotolok)

Lembata, Floreseditorial.com - Gunung Berapi Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berstatus siaga. Selain kolom abu yang rutin terlontar ke langit, sebanyak 16 kali letusan disertai gemuruh dan dentuman dengen level kuat terjadi pada Selasa (16/3/2021).


Tidak hanya itu, aktivitas gunung yang juga dikenal masyarakat dengan nama Ile Ana Koda itu, juga melontarkan pijar api ke arah Tenggara dalam radius 200-700 meter. Beruntung, lontara lava pijar itu tidak menjangkau area pemukiman warga yang ada di lereng sebelah Tenggara, seperti Desa Jontona, Todanara, Lamawolo dan Lamatokan. 


Desa-desa tersebut diketahui berada di Kecamatan Ile Ape Timur, dan masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Erupsi Ile Lewotolok.


Rekaman visual puncak Ile Lewotolok pada Selasa (16/3/2021) malam, menampakkan semacam kembang api besar. Foto yang dirilis Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu, dirilis di berbagai media termasuk WhatsApp Group Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Lembata. 


Tampak dalam foto yang diabadikan Petugas Pos Pengamatan di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, lontaran lava pijar mirip kembang api itu condong ke arah Tenggara. Selain itu, letusan juga melontarkan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dan kelabu, dengan ketinggian 200-700 meter di atas puncak kawah.


Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok mengimbau masyarakat terutama warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, agar selalu menggunakan masker, serta dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Ile Lewotolok. Khusus untuk Desa Jontona, diharapkan mewaspadai ancaman longsoran material lapuk dan awan panas dari arah Tenggara puncak.