Iklan

Redaksi Flores Editorial
9 Mar 2021, 18.41 WIB
News

Hery Nabit: Kalau Pemerintah Buat Salah, Kritik!

 

Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, saat membuka secara resmi kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) ke-XIX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, (Foto: Prokopim Manggarai)

Manggarai, Floreseditorial.com - Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, membuka secara resmi kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) ke-XIX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), pada Senin (8/3/2021).


Bupati Manggarai, Hery Nabit, dalam sambutannya, mengajak seluruh Anggota GMNI Cabang Manggarai untuk bersama membangun wilayah tersebut.


"Manggarai ini kita harus bisa membawa ke yang lebih baik. Kita harus bisa membawa Manggarai ini untuk bisa berdaya saing dengan daerah luar," tandas Politisi PDI Perjuangan itu.


Ia menyampaikan, kepada seluruh Kader GMNI Cabang Manggarai, agar terus mempertahankan jiwa nasionalis sesuai tema PPAB ke-XIX yakni, "Melahirkan Kader Bangsa yang Nasionalis".


Bupati Hery mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para mahasiswa organisasi ini selama acara berlangsung. 


Dirinya juga berpesan agar GMNI bisa menjadi pemerhati masyarakat dan pembangunan Manggarai dengan menjadi mitra kritis Pemerintah. 


"Pemerintah terbuka terhadap semua kritik. Sepahit apapun itu. Jangan karena saya datang hari ini, nanti kalau pemerintah buat salah kalian diam saja. Jangan diam saja. Kritik!" tegas Bupati di depan para Mahasiswa.


Namun ia meminta untuk kritik yang bersifat konstruktif bagi pemerintahan yang ada. 


“Jadilah teman, mitra yang konstruktif, kalau benar yah benar, sebaliknya kalau salah yah salah," tambahnya.


Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Manggarai, Emanuel Suryadi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai, Hery Nabit, yang hadir untuk membuka kegiatan PPAB GMNI Cabang Manggarai ke XIX itu.


"Kita akan mengambil posisi sebagai mitra kritis dari siapapun. Kita akan mendukung pemerintah jika kebijakannya pro rakyat, dan GMNI akan menjadi penentang pertama jika pemerintah membuat kebijakan yang tidak pro rakyat. GMNI juga akan menjadi perisai utama untuk merawat intoleransi di Tanah Nuca Lale ini," tegas Emanuel.


Ia berharap, rekan-rekan mahasiswa bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan menjadi pribadi-pribadi yang kritis dalam menyikapi kondisi sosial kemasyarakatan saat ini. 


"Pilihan bergabung dengan GMNI menjadi langkah yang tepat, karena dengan berorganisasi akan banyak manfaat dan pengalaman yang bisa didapat,” tukasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pertama GMNI Cabang Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, dan Alumni GMNI Cabang Kupang, Fransiskus Gero.