Iklan

Redaksi Flores Editorial
9 Mar 2021, 14.40 WIB
Hukrim

Ini Hasil Identifikasi Polisi Terkait Mayat yang Ditemukan di Lokasi Air Panas Marapokot

 
Jasad Martinus Hatatu (59), saat Dievakuasi Pihak Kepolsian Resort Nagekeo (Foto: FEC Media/Peter)


Nagekeo, Detakterkini.com - Pihak Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo melalui Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Nagekeo, berhasil mengidentifikasi jasad pria yang ditemukan tewas di lokasi Air Panas Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada sabtu (06/03/2020) siang.


Kepala Satuan Resort Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo, Iptu Madhi Dejan Ibrahim, melalui pres rilis yang diterima Wartawan via WhatApp, pada Sabtu (6/3/2021) sore mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi Unit Identifikasi Polres Nagekeo yang pimpin oleh Ka.Spkt 1, Muhamad Rodja, bersama Anggota Piket Fungsi setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengungkapkan, yang ditemukan itu merupakan jasad Martinus Hatatu (59), pria asal Alorongga, Kelurahan Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Iptu Ibarahim menjelaskan, saat ditemukan, jasad Martinus dalam posisi tergeletak di dalam air, yang kedalamannya kurang lebih 20 Cm. 


"Korban ditemukan hanya mengenakan celana dalam berwarna putih, dengan muka menghadap ke langit dan masih menggunakan sandal jepit berwarna hijau serta terdapat lebam disekujur tubuh korban. Diduga, hal itu terjadi akibat lama terendam di air panas," ungkapnya.


Selain itu, kata Iptu Ibrahim, baju kaos leher bundar berwarna abu-abu dan celana pendek kain berwarna hijau tua milik korban, masih tergantung di atas pohon bakau yang terletak tidak jauh dari posisi korban tergeletak. Ditemukan pula, di dalam celana pendek korban, terdapat sebuah handphone merk Sony dan kunci motor. 


"Sekitar 50 meter dari posisi korban, ditemukan motor korban berwarna merah hitam sedang diparkir dipinggir jalan trans Marapokot," imbuhnya.


Berdasarkan keterangan saksi, Yanuarius Adji, yakni anak kandung korban sendiri, lanjut Iptu Ibrahim, terakhir kali Adji bersama korban di rumah mereka, pada Sabtu 6 Maret 2021, pukul 08.30 WITA. Pada saat itu, sebelum Adji berangkat ke kantor, korban terlihat sedang duduk sendirian di kursi depan rumah. Namun, setelah Adji berangkat ke kantor, hanya korban sendiri yang berada di rumah.


Dikatakan Adji, korban sebelumnya sering lupa ingatan atau mengidap penyakit Amnesia, namun sekitar 4 bulan terakhir, korban sudah mulai membaik.


Atas peristiwa tersebut, keluarga korban menerima dengan iklas dan menganggap itu sebagai musibah.


Diberitakan sebelumnya, jasad Martinus, pertama kali ditemukan oleh Hermanus Alo, seorang tukang ojek asal Boasabi, kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, yang saat itu hendak buang air kecil di sekitar lokasi penemuan jasad.


Sontak, melihat jasad tersebut, Alo kemudian mencari warga sekitar untuk mengabarkan terkait penemuannya itu. Dalam perjalanan mencari warga untuk diberitahukan, Alo bertemu dengan wartawan Detakterkini.com, lalu dihadangnya untuk mengisahkan kejadian yang dilihatnya itu.


Atas informasi Alo tersebut, wartawan Detakterkini.com bersama dengan Alo, kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kembali kondisi yang dikisahkannya itu. Setelah dipastikan, wartawan Detakterkini.com pun langsung melaporkan pristiwa tersebut via WhatApp, kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim.


Tak lama berselang, sekitar 15 menit setelah dilaporkan, pihak Polres Nagekeo langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


Jasad Martinus pun, kemudian langsung dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, untuk dilakukan Visum et Repertum.


Laporan: Peter