Iklan

Valerius Isnoho
8 Mar 2021, 23.03 WIB
Covid-19

Kabupaten Manggarai Terima Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

 

Juru bicara covid-19 kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa (Foto: Valerius Isnoho)

Manggarai, Floreseditorial.com - Sebanyak 1.790 warga Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri dari Pejabat Negara maupun Pelayan Publik, akan menerima Vaksinasi Covid-19 tahap kedua, pada Selasa (9/3/2021) besok.


Kabag Protokol Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, kepada media ini, Senin (8/3/2021), menyampaikan, vaksinasi tersebut diberikan secara bertahap sesuai jumlah vaksin yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT.


"Kita telah menerima vaksin tahap kedua sebanyak 190 vial pada hari Sabtu (6/3/2021), dan telah masuk ke Gudang Farmasi. Jumlah vaksin ditentukan oleh provinsi dan masuk bertahap," ungkap Moa.


Ia menjelaskan, sehubungan dengan keterbatasan stok dari pemerintah pusat, maka pembagian vaksin ke daerah-daerah juga terbatas. 


"Pendistribusian secara merata baru bisa dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2021," ujarnya.


Menurutnya, untuk tahap awal, vaksinasi tersebut akan diberikan kepada warga di Kecamatan Langke Rembong, dengan berbagai pertimbangan antara lain sebagai Ibu Kota Kabupaten Manggarai dan wilayah dengan mobilisasi manusia sangat tinggi. 


"Jika dibagi di 12 kecamatan, jumlah vaksinnya sedikit, akibatnya tidak terbentuk kekebalan kelompok. Sedangkan untuk tahap selanjutnya, tergantung kecepatan pelaksanaan vaksinasi tahap awal," jelasnya.


Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Manggarai, Asumpta Djone, menyampaikan, jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai ingin cepat mendapatkan vaksin lagi dari provinsi, maka pelaksanaan vaksinasi pun harus dipercepat.


"Kami mau gencar sejak Selasa (9/3/2021). Selesai cepat supaya lapor untuk dapat lagi vaksinasi. Satu botol vaksin tersebut dapat diberikan kepada delapan orang. Jika vaksinator kita berpengalaman, bisa sembilan hingga sepuluh orang," ungkap Asumpta.


Ia menambahkan, terkait pemberian vaksin kepada Pelayan Publik, kuotanya sudah diatur sesuai persentase yang ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), seperti Wakil Rakyat-Pejabat Negara-Atlit: 100%; Tokoh Agama: 40-100%; Pedagang Pasar: 10-40%; Guru: 14-20%; Tentara-Polisi-Satpol PP: 5-65%; ASN: 2-35%; dan Pelayan Publik lainnya 2-20%. Pemerintah Daerah diberi kewenangan untuk mengaturnya sesuai kebijakan daerah. 


"Dinas Kesehatan tidak mengatur nama-nama orang, itu dikembalikan ke instansi masing-masing. Namun, untuk tahap awal keterbatasan vaksin, tidak semua Perangkat Daerah dan Instansi mendapat vaksin," jelasnya.


Ia menjelaskan, untuk kelompok lansia, awalnya hanya diberikan di Ibu Kota Provinsi. Namun kebijakan itu telah berubah, di mana kabupaten juga diizinkan memberikan vaksinasi bagi kelompok lansia. 


Menurut rencana, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua akan dimulai pada Selasa (9/3/2021), dipusatkan di Stadion Golo Dukal. Sedangkan untuk Pejabat Negara dan Pejabat Publik lainnya, akan dilaksanakan pada Rabu (10/3/2021) pagi, di dua tempat yakni Kantor Bupati Manggarai dan Sekretariat DPRD. 


Untuk diketahui, vaksinasi tahap pertama telah selesai dilaksankan pada awal Maret 2021. Berdasarkan laporan Dinkes per 6 Maret 2021, dosis pertama menjangkau 2.163 sasaran, dengan rincian 2.154 Tenaga Kesehatan (Nakes) dan sembilan Tokoh Publik. Sementara dosis kedua menjangkau 2.085 sasaran, dengan rincian 2.076 Nakes dan sembilan Tokoh Publik.