Iklan

Valerius Isnoho
13 Mar 2021, 14.33 WIB
News

Kasus Sopir Perkosa Penumpang di Manggarai, Pakar Hukum: Pelaku Harus Dijerat UU Tentang Perlindungan Anak

 

Dosen Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng, Dr. Laurentius Ni, SH., MH. (Foto: Ist)

Manggarai, Floreseditorial.com - Pakar Hukum Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Dr. Laurentius Ni, SH., MH, angkat bicara terkait kasus pemerkosaan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu, terhadap RVR, seorang anak sekolah yang masih berusia 16 tahun.


Kepada media ini, Sabtu (13/3/2021), Laurentius menyampaikan, kasus pemerkosaan yang menimpa RVR, oleh seorang oknum sopir angkutan umum jurusan Reo - Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT tentu sangat memprihatikan.


"Anak yang diharapkan untuk dilindungi oleh orang dewasa, malah menjadi korban pemerkosaan dari orang tidak bertanggung jawab," ungkap Laurentius.


Ia menambahkan, sopir mobil Avanza warna hitam itu harus bertanggung jawab atas perbuatanya. Pelaku harus diproses secara hukum.


"Beruntung korban langsung melaporkan kasus ini ke Polres Manggarai, untuk menjalani proses hukum," katanya.


Ia mengimbau, kepada Polres Manggarai agar bekerja secara profesional, agar pelaku dapat dihukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


"Atas perbuatan itu, pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," papar Laurentius.


Ia meminta kepada pihak Polres Manggarai, agar memberi hukuman kepada pelaku sesuai UU yang berlaku tentang Perlindungan Anak.


Diberitakan media ini sebelumnya, BD (37), pengemudi mobil Avanza warna hitam, tega memperkosa RVR (16), di dalam mobilnya, tepat di tepi jalan raya Reo - Ruteng, di Kampung Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (10/3/2021) pukul 21.30 WITA.


Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, Ipda Made Budiarsa, kepada floreseditorial.com, Jumat (12/3/2021), menyampaikan, korban adalah warga lingkungan Tanah Putih, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Sedangkan pelaku beralamat di Nggorang, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.


"Pada hari Rabu (10/3/2021), korban menumpang mobil pelaku dari Ruteng menuju Reo. Namun sesampainya di Reo, korban meminta pelaku untuk mengantarnya kembali ke Ruteng. Atas permintaan korban tersebut, pelaku bersedia mengantar korban kembali ke Ruteng, tetapi dalam perjalanan pelaku menghentikan kendaraan di pinggir jalan, tepatnya di Kampung Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal. Pelaku lalu mengunci pintu mobil, selanjutnya pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan," papar Ipda Made.


Atas kejadian itu, korban pun melaporkan pelaku ke Polres Manggarai, dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Manggarai.