Iklan

FEC Media
17 Mar 2021, 12.00 WIB
News

Lantik Sejumlah Pejabat, Bupati Nagekeo Sentil Pelayanan Data Masyarakat dan Informasi Disdukcapil Nagekeo

 

Sejumlah Pejabat Lingkup Pemda Kabupaten Nagekeo yang dilantik pada Selasa (17/3/2021). (Foto: FEC Media/Peter)



Nagekeo, Floreseditorial.com - Bupati Nageko, Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanes Don Bosko Do, melantik sejumlah Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Nageko, bertempat di Aula Sekretatis Daerah Nagekeo, pada Selasa (17/3/2021).


Sejumlah Pejabat ASN yang dilantik diantaranya, tujuh orang mengisi jabatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dua orang mengisi jabatan di Inspektorat Nagekeo, satu orang di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), satu orang di Dinas PMDP3, satu orang di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dua orang di Dinas Kominfo, dua orang di Dinas Pariwisata, satu orang di Dinas PMD PTSP, satu orang di Dinas Bapelitbang, dan satu orang di Dinas Transnaker.


Dalam sambutanya, Bupati Nagekeo menyoroti terkait pelayanan data masyarakat dan informasi pada Disdukcapil Nagekeo, yang dinilai sebagai dasar acuan dalam berbagai keputusan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


Menurutnya, data yang dilaporkan Disdukcapil ke tingkat pusat, akan dijadikan acuan berbagai keputusan, diantaranya usulan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari skema jaringan pengamanan sosial, baik yang cacat, usia lanjut, maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) di masa pandemi. 


"Acuan kita adalah data. Kalau Dukcapil dalam layanannya mengabaikan data, ini celaka. Karena data yang dilaporkan Dukcapil resmi dipakai negara. Kebijakan pusat, data ini jadi acuan keputusan. Semua itu menuntut tepatnya data kita. Penduduk yang menerima manfaat harus terdata resmi Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka," ungkap Bupati Don.


Untuk pendataan itu, lanjut Bupati Don, pemerintah telah mengembangkan cara untuk mendeteksi cepat data yang dianggap duplikasi atau rentan pendobelan, sehingga data nama-nama yang sama persis atau hampir sama bisa diketahui.


Bupati Don menegaskan, kepada seluruh Pegawai yang bekerja di Kantor Disdukcapil, agar bekerja secara serius. Sebab, dengan merebaknya covid-19, pihak Disdukcapi dipaksa untuk cepat melayani publik. 


"Saudara-saudari yang terlantik di Dukcapil, saya minta bekerja serius. Kantor Dukcapil pindah ke Gedung Puskesmas lama. Masih ada tempat "buang sebel", dengan berbelanja di pasar terdekat situ," ujar Bupati Don.


Selain itu, Bupati Don, juga menyoroti pengetahuan dan keterampilan baru para Pegawai, menyangkut penggunaan Teknologi Informasi (IT) yang merupakan suatu keharusan, sehingga pada waktunya tidak lagi banyak menggunakan kertas.


"Minggu lalu ada pelatihan untuk layanan e-kinerja. Saya berharap para Pejabat yang terlantik segera menyesuaikan hal ini. Saudara-saudari harus aktif dan tidak buat profil palsu di WA Grup resmi. Ini bagian dari sikap correct, bagian dari tanggung jawab kita saat ada di sana, sebagai media interaksi baik dengan atasan, satu garis (se-level) maupun dengan bawahan," paparnya.


Ia mengimbau, kepada semua ASN yang bekerja sebagai perangkat daerah harus disiplin. Sebab hal itu sangat berpengaruh untuk memutuskan seseorang mendapatkan promosi jabatan.


"WA Grup Perangkat Daerah harus disiplin betul. Ini berpengaruh ketika saya memutuskan seseorang untuk dapat promosi. Saya lihat komunikasi internal. Di sana isi pikiran dan isi hati kelihatan dari pilihan kata yang digunakan. Dari tulisannya, bisa terbaca, ini orang serius atau tipe orang yang suka menghindar, atau suka memposisikan diri sebagai pengamat dari perangkat daerah yang dikerjakan," tegas Buapati Don.


Ia menyampaikan, masyarakat sekarang adalah masyarakat yang selalu ingin update. Kominfo dan Radio Nagekeo sebagai pusat data informasi, secepatnya akan melakukan talkshow dengan mengundang orang yang bisa mengkritisi atau berani mengatakan apa yang sedang dan sudah dikerjakan. 


"Sektor kemakmuran diundang. Juga Koperindag. Supaya publik ajak bicara live di radio. Dikombinasikan dengan kunjungan langsung ke lapangan. Jangan ragu-ragu untuk lakukan talkshow," tukasnya.


Terkait Pelantikan Pejabat tersebut, kata Bupati Don, untuk para Pejabat yang dimutasi dari dan ke Disdukcapil, ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Republik Indonesia di Jakarta. Sedangkan, para Pejabat yang dimutasi ke dinas lainnnya, ditetapkan dengan Keputusan Bupati Nagekeo.


Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo, Marianus Waja, Staf Ahli Bupati Nagekeo, Gaspar Jawa, para Asisten, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Pejabat Polres Nagekeo.


Laporan: Peter