Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
2 Mar 2021, 20.00 WIB
News

Perihal Longsor di Manggarai Timur, Begini Kata Wakil Ketua DPRD Matim

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Damu Damianus. (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Akibat longsor, jalan penghubung Kampung Uwu, Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur, dan Kampung Pandang, Desa Poco Lia, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris putus.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Damu Damianus, kepada media ini, Selasa (2/3/2021), menyampaikan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merespon hal tersebut.


"Kami juga sangat berharap respon seperti itu dari dinas terkait tentang teknisnya. Apalagi kita juga telah melihat secara langsung kondisinya di sana. Jadi, sekarang tinggal kita kawal. Misalnya seperti sekarang sedang input data. Jadi kita akan selalu mengingatkan tentang item itu untuk program di tahun 2022. Tentang yang sudah didengar oleh masyarakat bahwa jalur itu akan diperhatikan di tahun 2022," papar Damu.


Diberitakan media ini sebelumnya, longsor yang terjadi di ruas jalan penghubung Kampung Uwu, Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur dan Kampung Pandang, Desa Poco Lia, Kecamatan Lamba Leda Selatan itu telah berlangsung selama tiga tahun dan hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah.



Salah satu warga Desa Uwu, AG, kepada media, Minggu (28/2/2021), mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar desa di beberapa kecamatan di Lamba Leda Selatan dan Lamba Leda Timur.


“Longsor ini sudah lama dan hampir tiga tahun terjadi, namun hingga kini belum diperbaiki,” ungkapnya.



Terkait persoalan itu, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Matim, Yohanes Marto, Senin (1/3/2021), mengatakan, jalan tersebut belum bisa dikerjakan tahun ini.


“Nanti ini akan kita kerjakan di tahun 2022. Apalagi itu merupakan jalan penghubung antar desa dan  jalur itu juga merupakan jalur alternatif yang menghubungkan beberapa kecamatan di Manggarai Timur,” pungkasnya.