Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
25 Mar 2021, 12.49 WIB
Pendidikan

Polemik Dana PIP SDI Pelus Ara, Orang Tua Siswa Bantah Klarifikasi Kepala Sekolah

 
Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar. (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sejumlah orang tua siswa membantah pernyataan Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Pelus Ara di Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait pernyataan Kepala Sekolah yang menyatakan orang tua siswa tidak paham regulasi.


Salah satu orang tua siswa, Ferdinandus Mantu, kepada media ini, Rabu (24/3/2021), mengatakan, apa yg disampaikan Kepala SDI Pelus Ara sangat tidak masuk akal. 


"Bagaiman kami mengetahui regulasi jika sekolah tidak transparan dengan kami sebagi orang tua. Bahkan baru kemarin kami sebagai orang tua mengetahui jika anak kami terima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP)," ungkap Ferdinandus.


Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika PIP yang diterima pada tahun 2018, 2019, dan 2020, tetapi pencairan dananya dilakukan di tahun 2021.


"Jika kami tidak memahami regulsi, kami pun menanyakan regulasi mana yang mengatur itu, dan kami juga ingin tahu aturan itu. Dan terkait yang mengamankan Buku Rekening PIP yang disimpan di sekolah, kami juga ingin tahu siapa orang tersebut," jelasnya.


Sementara itu, orang tua siswa lainnya, SP, menyampaikan, pihak orang tua siswa tidak pernah meminta pihak sekolah melakukan penarikan Dana PIP tersebut secara kolektif, apalagi menandatangani Surat Kuas Orang Tua untuk melakukan penarikan.


"Saya sangat kecewa juga dengan Kepala SDI Pelus Ara, karena beberapa ATM kami telah dilakukan pembobolan. Jika uang kami ditarik kembali oleh negara tahun 2018, kenapa tidak semuanya dan kenapa hanya sebagian saja. Masa hari ini uang masuk dan tiba-tiba besoknya ditarik kembali. Saya telah menanyakan kepada pihak bank jika beberapa Kartu ATM PIP milik siswa telah dibobol oleh oknum yang tak dikenal," bebernya.


Ia menambahkan, kehadiran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) beberapa waktu lalu untuk menyelesaikan polemik tersebut, tidak menemukan penyelesaian.


"Bahkan kemarin kedatangan orang dari Dinas PPO tidak menyelesaikan persoalan, tapi malah menambah masalah. Kami diminta ke BRI Ruteng untuk sama-sama mengecek ATM, tapi tak satupun orang dari SDI Pelus Ara dan Dinas PPO yang datang. Kami merasa kami dipermainkan seperti bonekaa oleh orang dinas. Kami datangi sekolah pada hari Sabtu (20/3/2021), untuk menanyakan apa yang perlu dibawa jika kami ke BRI, namun kami malah dibentak dengan suara keras oleh Kepala Sekolah dan tidak diberitahukan apa yang perlu kami bawa," paparnya.


Dihubungi terpisah, Kepala SDI Pelus Ara, Hilarius Baeng, Sabtu (20/3/2021) lalu, menjelaskan, terkait dugaan yang disampaikan sejumlah orang tua siswa kepada media, sesungguhnya hanya karena orang tua siswa belum memahami secara utuh terkait teknis penyaluran Dana PIP tersebut.


“Dulu di tahun 2017, ada kebijakan untuk pencairan dana PIP secara kolektif, namun sekarang tidak lagi," ungkap Hilarius.


Ia menjelaskan, persyaratan pencairan kolektif oleh Kepala Sekolah, harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan pihak bank penyalur.


“Saya selaku Kepala Sekolah, harus menyetor salinan KTP dak SK Kepala Sekolah, Surat Kuasa Orang Tua Siswa bermaterai 6000, dan Daftar Nama Penerima Dana PIP yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). Jadi, Daftar Nama Penerima Dana PIP itu sudah ditentukan oleh Kemendikbud RI, sekolah tinggal mencairkan dengan melengkapi persyaratan yang disampaikan bank,” jelas Kepala SDI Pelus Ara.


Ia menambahkan, kebijakan pencairan Dana PIP secara kolektif oleh Kepala Sekolah, hanya berlaku di tahun 2017.


“Sejak tahun 2018, orang tua dan siswa mencairkan sendiri di bank,” tandasnya.


Terkait informasi bahwa Kepala SDI Pelus Ara telah mengendapkan buku rekening siswa penerima bantuan, Hilarius Baeng, menyampaikan bahwa hal itu tidak benar. Hal itu dikarenakan setiap siswa penerima PIP memegang buku rekening mereka sendiri. Adapun beberapa orang tua, sengaja menitipkan buku rekening di sekolah karena alasan keamanan buku, namun hal itu tidak dipaksakan. 


“Keberadaan buku rekening di sekolah, tidak berarti kami bisa semena-mena mencairkan jika ada dana di rekening tersebut, karena rekening itu atas nama siswa penerima dana, bukan atas nama Kepala Sekolah. Jadi, Kepala Sekolah tidak bisa asal mencairkan jika ada dana yang masuk,” bebernya.


Sementara itu, Kadis PPO Matim, Basilius Teto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Baltasar Melkior, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan untuk klarifikasi kepada Kepala SDI Pelus Ara.


“Kami temukan ada miss komunikasi antara orang tua murid penerima Dana PIP dan sekolah,” kata Melkior.


Karenanya, kata Melkior, pihaknya telah mendatangi SDI Pelus Ara dan melakukan pertemuan bersama orang tua siswa.


“Kami telah bahas bersama dengan orang tua siswa pada hari Jumat (19/3/2021) kemarin, dan mereka telah memahami tentang Dana PIP ini utuh,” tukas Melkior.