Iklan

 


Valerius Isnoho
29 Mar 2021, 17.10 WIB
News

Polemik Perekrutan TFL Dinas PUPR, Ketua DPD Partai Golkar Manggarai: Ada yang Belum Wisuda Tapi Lolos Seleksi Administrasi

Ketua DPD Partai Golkar Manggarai, Yoakim Jehati. (Foto: Ist)


Manggarai, Floreseditorial.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Manggarai, Yoakim Jehati, kembali menyoroti Perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang sampai hari ini ramai diperbincangkan masyarakat.


Hal itu disampaikan, Yoakim Jehati, saat Rapat Paripurna Aktual dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ruang Paripurna DPRD, pada Senin (29/3/2021).


Yoakim Jehati, menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR Manggarai, karena ada langkah maju dalam proses Perekrutan TFL, dari tertutup hingga kini dilakukan secara terbuka.


“Terima kasih kepada Dinas PUPR, karena mengalami langkah maju dari tahun sebelumnya. Karena sekarang proses Perekrutan TFL dilakukan secara terbuka, sehingga masyarakat antusias mengikuti pendaftaran," ungkapnya.


Selain itu, Yoakim Jehati, juga menyampaikan sejumlah kejanggalan pada Perekrutan TFL yang dilakukan Dinas PUPR Manggarai itu.


Pertama, persyaratan yang disampaikan melalui pengumuman, tidak dijelaskan secara detail. Pasalnya, saat pengumuman, tidak dituliskan standar Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Pelamar.


Menurutnya, Peserta jelas sudah memenuhi semua persyaratan yang disampaikan melalui Pengumuman. Tapi saat Seleksi Adminitasi, ratusan Peserta yang gugur. Salah satu faktor karena tidak memenuhi standar IPK.


"Kalau memang ada persayaratan lain, sampaikan sejak awal. Jangan menipu para pencari kerja di daerah ini. Menurut saya, ini pembunuhan karakter anak muda dan para pencari kerja di Manggarai, kasihan. Urus berkas itu butuh waktu dan pengorbanan. Saya berani bersumpah tidak pernah berkomunikasi dengan Dinas maupun dengan Panitia Seleksi (Pansel), untuk menitip orang di situ. Katanya mengambil pihak luar menjadi Pansel untuk independensi, tapi yang terjadi Ketua Partai Politik (Parpol) yang menjadi Ketua Pansel,” bebernya.


Yoakim Jehati, juga menyoroti terkait Peserta yang belum wisuda namun lolos Seleksi Administrasi.


"Saya sangat ragu dengan pengalaman yang belum wisuda tapi sudah lolos administrasi. Itu saya sangat ragukan pengalamannya," tukasnya.