Iklan

Ignasius Tulus
10 Mar 2021, 19.56 WIB
Headline

Saluran Irigasi di Manggarai Timur Tertimbun Longsor, Ratusan Hektar Sawah Warga di Borong Terancam Gagal Panen

Longsor yang terjadi di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Net)




Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sekitar 50 meter saluran irigasi yang mengairi persawahan di tiga desa yakni Desa Bangka Kantar, Desa Golo Kantar, dan Desa Nanga Labang di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) tertimbun longsor, pada Senin (8/3/2021) malam. 


Bencana longsor itu terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Material longsor dari tebing berupa tanah, batu, dan pohon pun amblas menutupi saluran irigasi. Akibat longsor tersebut, air yang mengalir di saluran irigasi itu pun terhenti.


Data yang diperoleh media ini, titik saluran irigasi yang tertimbun longsor itu berada di Lingko Lale, Desa Compang Kantar, Kecamatan Rana Mese. 


Salah satu warga Bangka Kantar, Willy Gunta, kepada floreseditorial.com, Rabu (10/3/2021), menyampaikan,  bencana longsor yang menimbun saluran irigasi tersebut sangat berdampak pada ratusan hektar persawahan milik warga.


"Pemanfaatan air irigasi khususnya bagi warga yang punya sawah, terancam gagal panen," ujar Willy.


Ia menambahkan, sebagai masyarakat yang menggunakan air tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah secepatnya mengambil langkah untuk membersihkan material longsor itu.


"Material longsor tersebut sangat banyak, terdiri dari batu berukuran besar, tanah, dan pohon-pohon yang tumbang. Tidak bisa pakai tenaga manusia," tambahnya.


Senada, Kepala Desa (Kades) Bangka Kantar, Silverius Mediator Rawan, melalui Sekretaris Desa, Adreas Anus, kepada Wartawan, mengatakan, semenjak saluran tersebut tertimbun longsor, ratusan hektar sawah milik warga di tiga desa itu mengalami krisis air.


"Sudah dua hari putus total. Air di saluran tidak jalan lagi," ujar Andreas, Rabu (10/3/2021) malam.


Ia menjelaskan, selain menutupi saluran irigasi, longsor itupun menyebabkan beberapa dinding irigasi mengalami kerusakan.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Matim, Peter Dola, kepada media ini, menjelaskan, pihaknya sudah meninjau lokasi lonsgor tersebut.


"Tadi (10/3/2021) Staf dari BPBD Matim sudah turun lokasi," ujar Peter.


Menurut Staf yang melakukan survey ke lokasi, kata Peter, sejumlah material longsor di saluran irigasi tersebut terpaksa harus dibersihkan menggunakan tenaga manusia.


Hal itu, kata Peter, karena sebagian badan jalan menuju lokasi tersebut sudah tergerus arus longsor.


"Kami koordinasi dulu dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Karena menurut Staf yang turun ke lokasi tadi, alat berat agak sedikit sulit untuk masuk ke lokasi bencana, karena sebagian badan jalan sudah terbawa longsor," tukasnya.