Iklan

Redaksi Flores Editorial
16 Mar 2021, 00.47 WIB
Headline

Sekdinkes Matim Pakai Mobil Dinas ke Kebun Mengaku Khilaf, Sekda Matim Minta Maaf

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Petrus Sudin, didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Jefrin Haryanto, saat Konferensi Pers di Borong, Senin (15/3/2021). (Foto: FEC Media)




Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Matim, Bony Hasudungan, menyampaikan permohonan maaf perihal penggunaan mobil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Matim yang tidak sesuai peruntukannya.


Sekda Matim, melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Jefrin Haryanto, menjelaskan, Pemda Kabupaten Matim menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengawasi penggunaan aset daerah.


“Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah, sekaligus agar kita bisa terus berbenah demi kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik,” kata Jefrin, menyampaikan pesan Sekda Kabupaten Matim dalam Konferensi Pers di Borong, Senin (15/3/2021).


Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Kabupaten Matim, Petrus Sudin, dalam keterangannya saat Konferensi Pers tersebut, mengakui bahwa saat itu dirinya sedang menuju ke arah Borong dari kediamannya. Ia menyempatkan diri untuk mampir sejenak di kebun miliknya, untuk memetik sayur.


“Saya akui ini keliru dan saya menyampaikan permohonan maaf untuk itu,” kata Sekdinkes yang dikenal sangat disiplin itu.


Ia menjelaskan, kekeliruan tersebut akan dijadikan pembelajaran untuk pembenahan pelayan kepada masyarakat.


Sudin menuturkan, mobil tersebut adalah mobil bekas Ambulance Puskesmas Elar yang sudah lama tidak digunakan, karena mengalami kerusakan sejak tiga tahun silam.


“Kami berinisiatif untuk memperbaiki, agar bisa digunakan sebagai kendaraan operasional di kantor. Karena tenaganya sudah ngos-ngosan dan tidak bisa dipakai untuk perjalan jarak jauh, makanya digunakan sebagai mobil operasional,” tukasnya.


Untuk diketahui, sorotan terhadap Dinkes Kabupaten Matim kembali datang dari berbagai kalangan. 


Pasalnya, mobil yang seharusnya digunakan untuk kepentingan operasional Dinkes itu, justru digunakan untuk kepentingan non dinas.


Salah seorang warga Wae Reca, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Matim dalam keterangan yang diterima Wartawan pada Sabtu (13/3/2021) lalu, menjelaskan, mobil berjenis ambulance berwana putih dengan Nomor Polisi EB 901 W itu terpakir sekitar 300 meter dari jalan utama, tepatnya di ruas jalan menuju Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar.


Informasi yang diperoleh media dari warga setempat, mobil tersebut ditemukan dalam keadaan kosong, diduga saat itu mobil tersebut digunakan untuk keperluan non dinas.