Iklan

Benediktus Kia Assan
14 Mar 2021, 22.28 WIB
News

Semburan Abu Vulkanik Ile Lewotolok Terus Terjadi, Warga Diimbau Wajib Bermasker

 

Erupsi Ile Lewotolok pada Minggu (14/3/2021) pukul 17.18 WITA, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.300 meter. (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata, Floreseditorial.com - Sejak erupsi besar pada 29 November 2020 dengan kolom abu mencapai ketinggian 4.000 meter di atas puncak, aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus terjadi setiap hari.


Hingga Minggu (14/3/2021) pukul 17.18 WITA, tinggi kolom abu mencapai 1.300 meter di atas puncak Gunung Ile Lewotolok, atau sekitar 2.723 meter di atas permukaan laut. 


Berdasarkan data yang dihimpun floreseditorial.com, hal Ini pertama kali terjadi dalam bulan Maret 2021, setelah para penyintas erupsi kembali ke desanya masing-masing. Selain itu, berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, sejak awal Maret, ketinggian kolom abu hanya berkisar antara 200 hingga 800 meter di atas permukaan laut.


Pantauan media, kolom abu berintensitas tebal dengan ketinggian hingga 1.300 meter itu berpotensi memunculkan hujan abu, yang bisa terjadi di pemukiman sekitar lereng Ile Lewotolok.


Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Berapi Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, potensi hujan abu ke pemukiman warga sangat tergantung arah dan kecepatan angin.


"Ini cukup tinggi. Namun soal hujan abu, itu tergantung arah anginnya. Kalau tidak, maka sebaran abu hanya di seputaran kawah," terang Stanislaus, kepada media ini via pesan WhatsApp, Minggu (14/3/2021).


Informasi yang disebarkan Pos Pengamatan Gunung Berapi Ile Lewotolok, menunjukkan kolom abu tebal condong ke arah selatan, namun angin bertiup lemah ke arah timur. Meski ketinggian kolom abu tidak seperti yang terjadi pada 29 November 2020 lalu yang mencapai 4.000 meter dan memicu pengungsian warga dari 26 desa, namun hujan abu masih sering terjadi. 


Akibat aktivitas gunung yang tidak menentu itu, sejumlah sumber air seperti sumur dan media penampung air hujan berisiko tercemar abu vulkanik. 


Untuk mencegah potensi bahaya abu vulkanik bagi gangguan pernapasan atau ISPA, Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, serta perlengkapan pelindung mata dan kulit.