Iklan

FEC Media | Verified Writer
26 Mar 2021, 22.09 WIB
HeadlineHukrim

Sempat Bersembunyi di Hutan dan Buron Hingga Kabupaten Nagekeo, Siswa SMP Asal Matim Diringkus Polisi

Pelaku saat diamankan pihak kepolisian di Nagekeo. Foto: Ist)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Lamba Leda bekerja sama dengan Aparat Kepolisian Kabupaten Nagekeo, berhasil meringkus seorang Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang diduga menjadi pelaku pencurian beberapa unit sepeda motor di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolsek Lamba Leda, Stanislaus Jemadu, melalui Anggota Polsek Lamba Leda, Bripka Petrus Rikardus Lasarus, dalam keterangan yang diperoleh floreseditorial.com, menjelaskan, dua korban aksi pencurian yang dilakukan Siswa Kelas 2 SMP itu yakni, SJ, Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim, dan TT, Imam di Paroki setempat.

“Pada Rabu (24/3/2021) sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter MX King dengan Nomor Polisi EB 4373 EK, milik SJ, yang sedang terparkir di depan rumahnya di Kampung Ntaur, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara,” kata Bripka Petrus.

Ia menjelaskan, korban lalu menginformasikan perihal sepeda motornya yang hilang kepada pihak Kepolisian.

“Kami lalu melakukan penyelidikan terhadap laporan pencurian sepeda motor tersebut. Dari hasil penyelidikan, kami mendapat informasi bahwa sepeda motor yang dicuri pelaku itu sedang terparkir di belakang penggilingan padi, milik AS, di Kampung Golo Kukung, Desa Satar Padut,” tuturnya.

Atas informasi tersebut, pihak Kepolisian langsung menuju lokasi dan menemukan sepeda motor tersebut sedang terparkir, sedangkan pelaku dikabarkan sudah melarikan diri dan bersembunyi di hutan.

Pada Kamis (25/3/2021) sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku kembali dari hutan tempat persembunyiannya lalu menuju Pastoran Dampek, dan bertemu, NH. Sambil menangis, pelaku meminta makan di Pastoran karena kelaparan.

“Saat itu, NH, tidak mengetahui jika, AM, adalah buronan Polisi karena dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor,” terang Petrus.

Namun sekitar pukul 08.00 WITA, tambah Bripka Petrus, Pastor Paroki setempat, TT, yang hendak menghadiri acara di Puskesmas Dampek, mendapati sepeda motor miliknya sudah tidak ada di garasi.

TT, kemudian menginformasikan kepada Kepolisian perihal dirinya yang kehilangan satu unit iPad Samsung dan sepeda motor Verza warna hitam.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pelaku pencurian tersebut membawa sepeda motor, milik TT, ke arah Kabupaten Nagakeo. Berdasarkan informasi tersebut, kami lalu menghubungi Polsek Asesa, Polsek Boawae, dan Polres Nagakeo untuk memantau keberadaan pelaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada Jumat (26/3/2021), orang tua kandung pelaku menginformasikan kepada pihak Kepolisian, bahwa pelaku berada di rumah keluarganya di Kabupaten Nagakeo.

“Berdasarkan info tersebut, kami lalu meminta bantuan dan kerja sama dengan rekan-rekan di Polres Nagakeo dan Polsek Aisesa, untuk pergi ke rumah tersebut dan mengamankan pelaku,” paparnya.

Di saat bersamaan, pihak Polsek Lamba Leda serta orang tua kandung pelak bergerak menuju Kabupaten Nagakeo, untuk menjemput pelaku yang telah dititipkan di Tahanan Polsek Aisesa.

Setelah dilakukan serah terima pelaku dan barang bukti, selanjutnya Anggota Kepolisian membawa pelaku dan barang bukti menuju Polsek Laba Leda, Polres Matim.

“Saat ini, pihak Kepolisian bersama Anggota dan pelaku serta orang tua kandungnya, masih dalam perjalanan dari Kabupaten Nagakeo menuju Polsek Lamba Leda, Polres Matim dengan membawa serta barang bukti,” tukasnya.