Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
10 Mar 2021, 19.17 WIB
Headline

Sengkarut Dana PIP SDI Pelus Ara, Kadis PPO Matim Dorong Inspektorat Lakukan Audit

 

Ilustrasi (Net)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Pelus Ara, Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan kekecewaannya terhadap lembaga pendidikan tersebut.


Kekecewaan itu dilatarbelakangi terkait Buku Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinyatakan nonaktif.


Salah satu orang tua siswa, YJ, kepada media ini, Rabu (10/3/2021), mengatakan, hari ini pihaknya mendatangi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Matim, untuk menanyakan terkait Program PIP tersebut.


"Jujur saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pihak lembaga SDI Pelus Ara. Buku PIP ini baru kemarin diberikan kepada kami selaku orang tua siswa, dan itupun karena kami sendiri mendengar informasi dari beberapa orang tua siswa," beber YJ.


Ia menyampaikan, selama proses pencairan Dana PIP, pihaknya tidak pernah memberikan surat rekomendasi kepada sekolah, untuk melakukan penarikan uang tersebut. 


"Pada waktu pencairan, kami hanya disuruh tanda tangan terima uang. Setelah pencairan Dana PIP tahun 2017, Buku PIP milik siswa diberikan lagi kepada pihak sekolah. 


Sedangkan untuk tahun 2018 hingga sekarang, kami tidak  memerima bantuan lagi. Apalagi Buku Rekening PIP siswa dipegang oleh pihak sekolah," ungkapnya.


Sementara itu, orang tua siswa lainnya, AG, mengatakan, pihaknya menerima Dana PIP terakhir pada tahun 2017. 


"Kami juga mendapatkan informasi dari anak kami jika mereka menerima bantuan PIP. Setelah pencairan PIP tahun 2017, buku tersebut diberikan lagi kepada pihak sekolah, dan hingga sekarang kami tidak menerima lagi bantuan tersebut," paparnya.


Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) PPO, kepada media ini, Rabu (10/3/2021), menyampaikan, pihaknya akan memanggil Kepala SDI Pelus Ara secepatnya.


"Jika memang ada indikasi, maka kita akan minta kepada Inspektorat untuk melakukan audit," tegasnya.