Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
26 Mar 2021, 19.03 WIB
Headline

Sengkarut Dana PIP SDI Pelus Ara, Kepala Sekolah Penuhi Panggilan Unit Tipikor Polres Matim

 
Kepala SDI Pelus Ara, Hilarius Baeng. (Foto: Ist)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Pelus Ara, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Hilarius Baeng, penuhi panggilan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Matim, Jumat (26/3/2021).


Hal itu disampaikan Humas Polres Matim, Paulis Wadan, saat dikonfirmasi media ini di Kantor Polres Matim.


Ia mengatakan, pemanggilan terhadap, Hilarius Baeng, dengan tujuan untuk dimintai klarifikasi terkait polemik Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDI Pelus Ara.


"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Matim, terkait prosedur pencairan dana tersebut. Selanjutnya itu akan kita pantu terus agar persoalan ini segera diselesaikan," ungkap Wadan.


Diberitakan media ini sebelumnya, sengkarut Dana PIP di SDI Pelus Ara sontak menjadi sorotan, lantaran adanya dugaan ketidaktransparanan penggunaan Dana PIP di sekolah tersebut.


Beberapa orang tua siswa, dalam keterangan yang diterima media ini pekan lalu, menjelaskan, dugaan itu dilatarbelakangi kecurigaan para orang tua siswa terkait rekening PIP yang dinyatakan nonaktif oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).


"Jujur saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pihak Lembaga SDI Pelus Ara. Buku PIP ini diberikan kepada kami selaku orang tua siswa, dan itupun karena kami sendiri mendengar informasi dari beberapa orang tua siswa," beber YJ, salah satu orang tua siswa, Rabu (10/3/2021) lalu.


Ia menyampaikan, selama proses pencairan Dana PIP, pihaknya tidak pernah memberikan surat rekomendasi kepada sekolah, untuk melakukan penarikan uang tersebut.


“Namun dalam kenyataannya, ada bukti pendebetan uang dari rekening secara sepihak,” tukasnya.