Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
20 Mar 2021, 22.24 WIB
News

Soal Dana PIP, Begini Penjelasan Kepala SDI Pelus Ara

 

Kepala SDI Pelus Ara, Hilarius Baeng. (Foto: FEC Media)




Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sengkarut Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Pelus Ara, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) sontak menjadi sorotan lantaran adanya dugaan ketidak transparanan penggunaan Dana PIP di sekolah tersebut.


Beberapa orang tua murid, dalam keterangan yang diterima media ini pekan lalu menjelaskan, dugaan itu dilatarbelakangi kecurigaan para orang tua murid terkait rekening PIP yang dinyatakan nonaktif oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).


"Jujur saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pihak lembaga SDI Pelus Ara. Buku PIP ini diberikan kepada kami selaku orang tua siswa, dan itupun karena kami sendiri mendengar informasi dari beberapa orang tua siswa," beber YJ, salah seorang orang tua murid, kepada media ini, Rabu (10/3/2021) pekan lalu.


Ia menyampaikan, selama proses pencairan Dana PIP, pihaknya tidak pernah memberikan surat rekomendasi kepada sekolah, untuk melakukan penarikan uang tersebut. 


"Pada waktu pencairan, kami hanya disuruh tanda tangan terima uang. Setelah pencairan Dana PIP Tahun 2017, Buku PIP milik siswa diberikan lagi kepada pihak sekolah. Sedangkan untuk tahun 2018 hingga sekarang, kami tidak  menerima bantuan lagi. Apalagi Buku Rekening PIP siswa dipegang oleh pihak sekolah," ungkapnya.


Sementara itu, orang tua murid lainnya, AG, mengatakan, pihaknya menerima Dana PIP terakhir pada tahun 2017 silam. 


"Kami juga mendapatkan informasi dari anak kami jika mereka menerima bantuan PIP. Setelah pencairan PIP Tahun 2017, buku tersebut diberikan lagi kepada pihak sekolah, dan hingga sekarang kami tidak menerima lagi bantuan tersebut," paparnya.


Dihubungi terpisah, Kepala SDI Pelus Ara, Hilarius Baeng, Sabtu (20/3/2021), menjelaskan, terkait dugaan yang disampaikan sejumlah orang tua murid kepada media, sesungguhnya hanya karena mereka (orang tua murid, red) belum memahami secara utuh terkait teknis penyaluran Dana PIP tersebut.


“Dulu di tahun 2017, ada kebijakan untuk pencairan dana PIP secara kolektif, namun sekarang tidak lagi," ungkap Hilarius.


Ia menjelaskan, persyaratan pencairan kolektif oleh Kepala Sekolah, harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan pihak bank penyalur.


“Saya selaku Kepala Sekolah, harus menyetor salinan KTP dak SK Kepala Sekolah, Surat Kuasa Orang Tua Siswa bermaterai 6000, dan Daftar Nama Penerima Dana PIP yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). Jadi, Daftar Nama Penerima Dana PIP itu sudah ditentukan oleh Kemendikbud RI, sekolah tinggal mencairkan dengan melengkapi persyaratan yang disampaikan bank,” jelas Kepala SDI Pelus Ara.


Ia menambahkan, kebijakan pencairan Dana PIP secara kolektif oleh Kepala Sekolah, hanya berlaku di tahun 2017.


“Sejak tahun 2018, orang tua dan siswa mencairkan sendiri di bank,” tandasnya.


Terkait informasi bahwa Kepala SDI Pelus Ara telah mengendapkan buku rekening siswa penerima bantuan, Hilarius Baeng, menyampaikan bahwa hal itu tidak benar. Hal itu dikarenakan setiap siswa penerima PIP memegang buku rekening mereka sendiri. Adapun beberapa orang tua, sengaja menitipkan buku rekening di sekolah karena alasan keamanan buku, namun hal itu tidak dipaksakan. 


“Keberadaan buku rekening di sekolah, tidak berarti kami bisa semena-mena mencairkan jika ada dana di rekening tersebut, karena rekening itu atas nama siswa penerima dana, bukan atas nama Kepala Sekolah. Jadi, Kepala Sekolah tidak bisa asal mencairkan jika ada dana yang masuk,” bebernya.


Kendati demikian, katanya lebih lanjut, Lembaga Pendidikan SDI Pelus Ara mengapresiasi teman-teman Jurnalis atas kepedulian terhadap pendidikan di SDI pelus Ara.


“Terima kasih kepada teman-teman media yang sudah memberikan ruang kepada kami, untuk menjelaskan yang sebenarnya tentang pengelolaan Dana PIP di SDI Pelus Ara,” tukasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Matim, Basilius Teto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Baltasar Melkior, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan untuk klarifikasi kepada Kepala SDI Pelus Ara.


“Kami temukan ada miss komunikasi antara orang tua murid penerima Dana PIP dan sekolah,” kata Melkior.


Karenanya, kata Melkior, pihaknya telah mendatangi SDI Pelus Ara dan melakukan pertemuan bersama orang tua murid.


“Kami telah bahas bersama dengan orang tua siswa pada hari Jumat (19/3/2021) kemarin, dan mereka telah memahami tentang Dana PIP ini utuh,” tukas Melkior.