Iklan

Valerius Isnoho
16 Mar 2021, 19.49 WIB
HeadlineHukrim

Sopir Pemerkosa Bocah 16 Tahun di Jalan Reo-Ruteng Terancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi. (Net)




Manggarai, Floreseditorial.com - Perkembangan kasus pemerkosaan terhadap, RVR, anak di bawah umur yang terjadi pada Rabu (10/3/2021) pukul 21.30 WITA di pinggir jalan raya Reo - Ruteng, di Kampung Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemukan titik terang.


Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, Ipda Made Budiarsa, kepada floreseditorial.com, Selasa (16/3/2021), menyampaikan, atas dasar laporan korban, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Manggarai telah melakukan langkah-langkah untuk menindak lanjuti laporan korban.


"Pada hari Kamis (11/3/2021), Unit PPA Satuan Reskrim Polres Manggarai telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, untuk meminta Visum et Repertum terhadap korban, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan dalam pemeriksaan tersangka kooperatif dan mengakui semua perbuatannya," papar Ipda Made.


Selain itu, Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap Barang Bukti (BB) terkait kasus tersebut, berupa pakaian milik korban dan pakaian milik tersangka yang digunakan pada saat kejadian, serta satu unit mobil.


"Berdasarkan pertimbangan Penyidik, dikhawatirkan tersangka melarikan diri dan mengulangi perbuatannya, sehingga Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka an. BD, sebab telah terpenuhi alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP," jelasnya.


Atas peristiwa itu, tersangka dikenakan Pasal 76d Jo Pasal 81 Ayat (1) atau (2), UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Diberitakan media ini sebelumnya, BD (37), pengemudi mobil Avanza warna hitam, tega memperkosa RVR (16), di dalam mobilnya, tepat di tepi jalan raya Reo - Ruteng, di Kampung Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (10/3/2021) pukul 21.30 WITA.


Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, Ipda Made Budiarsa, kepada floreseditorial.com, Jumat (12/3/2021), menyampaikan, korban adalah warga lingkungan Tanah Putih, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Sedangkan pelaku beralamat di Nggorang, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.


"Pada hari Rabu (10/3/2021), korban menumpang mobil pelaku dari Ruteng menuju Reo. Namun sesampainya di Reo, korban meminta pelaku untuk mengantarnya kembali ke Ruteng. Atas permintaan korban tersebut, pelaku bersedia mengantar korban kembali ke Ruteng, tetapi dalam perjalanan pelaku menghentikan kendaraan di pinggir jalan, tepatnya di Kampung Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal. Pelaku lalu mengunci pintu mobil, selanjutnya pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan," papar Ipda Made.


Atas kejadian itu, korban pun melaporkan pelaku ke Polres Manggarai, dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Manggarai.