Iklan

FEC Media
31 Mar 2021, 12.05 WIB
News

Viral Poster dan Spanduk saat Demo Mahasiswa di Ruteng

Spanduk 'nyeleneh' yang viral dan mewarnai aksi demo Mahasiswa di Ruteng. (Foto: Net)




Manggarai, Floreseditorial.com - Ada sederet spanduk 'nyeleneh' yang viral dan mewarnai aksi demo Mahasiswa di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Spanduk-spanduk yang menjadi salah satu perangkat Mahasiswa saat demo itu, bertuliskan kalimat yang menarik perhatian netizen.


Diketahui, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ruteng, Kabupaten Manggarai, menuntut Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton W, menuntaskan kasus YSA, salah satu Anggota Polisi Polres Manggarai, yang telah menghamili, Melania Siti Daus (24). Pasalnya, kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut, hingga saat ini tidak ada penyelesaian hukum yang jelas.


Dalam orasinya, para Mahasiswa meneriakkan aturan hukum yang dipegang Polres Manggarai, berbelok fungsi dan terkesan mengamankan kepentingan tertentu.


Aksi demo tersebut dilakukan persis di depan Polres Manggarai, Selasa (30/3/2021).


Tidak dengan tangan kosong, massa aksi membawa berbagai macam atribut untuk melengkapi aksi mereka. Salah satu atribut yang wajib dibawa adalah spanduk. Baik yang digantungkan maupun diangkat dengan tangan, semua menyerukan maksud dan tujuan yang sama.


Ada beberapa spanduk yang malah jadi viral, karena pesannya sukses mengocok perut siapapun yang membacanya.


Dosen Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Laurentius Ni, mengatakan, tulisan-tulisan ala milenial di spanduk tersebut menunjukkan spontanitas Mahasiswa dalam menyuarakan isi hati mereka.


Mahasiswa, kata Laurentius, ingin membuat kalimat sederhana yang tak bertele-tele namun mudah di mengerti Mahasiswa dan masyarakat luas.


“Memang yang penting, pesannya di mengerti. Mahasiswa ini kan menyesuaikan dengan apa yang mereka ngerti. Ngertinya bahasa milenial, ya pakai bahasa milenial,” ujar Laurentius kepada floreseditorial.com.


Ia mengatakan, cara tersebut justru efektif bagi Mahasiswa untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, Laurentius, meminta Aparat tak menganggap remeh tuntutan yang disuarakan para Mahasiswa tersebut.