Iklan

FEC Media
23 Apr 2021, 00.51 WIB
Headline

ASN di Matim Meninggal Dunia Saat Jam Kerja dengan Mulut Berbusa

Ilustrasi. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - AP (47), salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia saat tengah bekerja, pada Senin (19/4/2021) lalu.


Hal itu dibenarkan Camat Lamba Leda Selatan, Alvianus Y. D. Nengkos, dalam Surat Kronologis Kematian yang diterima floreseditorial.com, pada Kamis (22/4/2021) malam.


Ia menjelaskan, pada Senin (19/4/2021), AP, masuk kantor untuk bekerja pukul 07.30 WITA. Saat itu, AP, mengawali kerjanya di Ruang Seksi Pemerintahan.


"Saat itu, almarhum bertemu Penjabat Kepala Desa Golo Ndari, dalam rangka perbaikan SK Pergantian Perangkat Desa Golo Ndari," jelas Alvianus.


Ia menambahkan, setelah itu, AP, didatangi oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Lamba Leda Selatan, untuk memberitahukan tentang Pelaksanaan Ujian Dinas Kenaikan Pangkat.


"Almarhum pun meninggalkan Ruang Seksi Pemerintahan dan menuju Ruang Komputer bersama Ibu Sisilia Mues, guna melanjutkan Laporan Penduduk Bulanan Kecamatan Lamba Leda Selatan," paparnya.


Ia menyampaikan, saat tengah mengerjakan Laporan Penduduk Bulanan tersebut, AP, sempat menyampaikan keluhan nyeri di dada. 


“Seluruh tubunnya pun lemas, dan seketika itupun mulutnya mengeluarkan busa,” imbuhnya.


Staf Kecamatan Lamba Leda Selatan, Sisilia Mues, yang saat itu bersama almarhum di Ruang Komputer, sontak berteriak minta tolong ketika melihat rekan kerjanya itu lemas dengan mulut mengeluarkan busa.


Tetapi karena teman-teman kantor tidak mendengar teriakannya, Sisilia Mues pun panik dan berlari keluar ruangan meninggalkan, AP, dan kembali berteriak meminta bantuan.


"Sesaat kemudian, teman-teman datang untuk menolong dan mendapati almarhum sudah tergeletak di lantai. Kemudian rekan-rekan mengangkat dan membawa almarhum ke Puskesmas Mano, untuk mendapatkan penanganan medis," tulis Alvianus, dalam surat kronologis itu.


Sesaat setelah mendapat penanganan medis, sekitar pukul 10.30 WITA, pihak medis menyatakan bahwa nyawa, AP, tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.