Iklan

Ignasius Tulus
15 Apr 2021, 09.15 WIB
Bencana NTTNews

Atasi Dampak Seroja, Kwarda Pramuka NTT Bersihkan Sampah di Kota Kupang

 

Kwarda Pramuka NTT saat membersihkan sampah disamping RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, Rabu (14/4/2021). (Foto: FEC Media/Ignas Tulus)

Kupang, Floreseditorial.com - Menumpuknya sampah yang disebabkan Badai Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu, memantik perhatian berbagai pihak untuk turun berpartisipasi membersihkannya.


Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka NTT turut melakukan kegiatan pembersihan sampah di sejumlah titik seperti di Jalan El Tari depan Hotel Cendana, samping Rumah Sakit Prof. Johannes, depan Gereja Katedral Kupang, belakang SMAN 2 Kupang, dan di depan Museum Negeri Kupang, yang berlangsung pada Rabu (14/4/2021). 


Pembersihan tumpukan sampah pasca Badai Siklon Seroja itu melibatkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kupang, sejumlah Gugus Depan di Kota Kupang, dan didukung Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kupang.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, yang dijumpai di sela-sela kegiatan, mengatakan, pihaknya mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanganan pembersih sampah pasca Badai Seroja tersebut.


“Dalam situasi tanggap darurat seperti ini, membutuhkan keterlibatan seluruh komponen. Saya senang karena Pramuka terlibat membantu pembersihan sampah, ini sangat membantu,” ujar Linus.


Ia menambahkan, kegiatan gotong-royong itu dapat membantu penguatan karakter dan nilai yang dimiliki oleh Anggota Pramuka. 


“Nilai cinta lingkungan dan peduli kebersihan harus menjadi karakter dasar warga kota ini. Gerakan Pramuka harus menjadi pelopor dan penggerak,” katanya.


Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, mengatakan, kegiatan pembersihan sampah yang dilakukan pihaknya itu merupakan bagian dari Gerakan Pramuka Peduli di NTT. 


Ia menambahkan, meski banyak Anggota Pramuka yang terdampak bencana Seroja, namun hal itu tidak menyurutkan Gerakan Pramuka untuk tetap ambil bagian dalam penanganan tanggap darurat bencana.


“Kita bergotong-royong dalam penanganan darurat bencana. Kami kerahkan semua komponen Pramuka untuk membantu, ini panggilan kemanusiaan,” tegas Sinun.


Ia menyampaikan, respon Gerakan Pramuka Peduli di NTT melibatkan Kwartir Daerah, Dewan Kerja Daerah, Kwartir Cabang, dan Dewan Kerja Cabang di seluruh NTT. 


Kegiatan yang dilakukan dalam tanggap darurat itu, lanjut Sinun, berupa pembetukan posko di Kantor Kwarda NTT dan di Kwarcab yang terdampak bencana, penggalangan donasi, terlibat dalam pencarian korban, dapur umum, penyaluran bantuan, trauma healing untuk anak-anak, dan pembersihan lingkungan.


“Trauma healing sudah kami lakukan pekan lalu, dan sangat bermanfaat untuk anak-anak, kami akan lanjutkan lagi di sejumlah lokasi penampungan pengungsi,” tandas mantan Kadis Sosial Provinsi NTT itu.