Iklan

Ignasius Tulus
4 Apr 2021, 12.10 WIB
Bencana NTTHeadline

Banjir Bandang di Flotim Tewaskan Lima Orang

Ilustrasi. (Net)


Flores Timur, Floreseditorial.com—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan sebanyak lima orang warga Desa Lamanele, Kecamatan Ile Boleng, dinyatakan meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Wilayah itu, Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 waktu setempat.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulanhan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan pihak BPBD Flotim masih melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka.


"Petugas di lapangan masih melakukan penanganan darurat pascainsiden yang terjadi pada dini hari tersebut," terang Raditya


Raditya menambahkan, Wilayah terdampak banjir bandang di Flores Timur terdapat di dua desa, yaitu Desa Lamanele di Kecamatan Ile Boleng dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur.


"Data sementara di Desa Lamanele disebutkan oleh BPBD, sebanyak 5 orang meninggal, 5 lainnya menderita luka-luka dan 9 KK atau 20 jiwa terdampak. Sedangkan di Desa Waiburak, sebanyak 4 orang mengalami luka-luka. Mereka sudah dirawat di puskesmas setempat," tulisnya lagi.


Tak hanya makan korban jiwa, Raditya menjelaskan, berdasarkam Pantauan BPBD Kabupaten Flores Timur, puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele. 


"Ada juga rumah warga yang hanyut terbawa banjir. Di samping itu, jembatan putus di  Desa Waiburak Kec. Adonara Timur," terangnya lagi.


Ia menjelaskan, Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya, lanjut Raditya, dengan pembentukan posko penanganan darurat.


"Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat," tulis Raditya di laman itu.


Raditya menambahkan, pihaknya dari BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB, kata Dia, telah siap dengan mengerahan sumber daya.


Sebelumnya, dalam siaran pers, Badan Meteorologi Geofisika Klimatologi (BMKG) mendeteksi adanya bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur, yang diperkirakan semakin menguat dalam 24 jam ke depan.


"Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dihampir seluruh wilayah NTT dalam periode beberapa hari kedepan," tulis Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agung Sudiono Abadi dalam siaran pers, Sabtu (3/4/2021).


Agung menuliskan, kondisi itu terjadi di beberapa wilayah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Bellu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur dan sebagian Kabupaten Flores Timur.


Sementara itu, Lanjut Agung, berdasarkan perkiraan cuaca berbasis dampak yang berpotensi banjir bandang dalam periode tiga hari kedepan dengan kategori siaga berpotensi terjadi di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU.


"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim," tulisnya lagi.