Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
5 Apr 2021, 10.57 WIB
Bencana NTTNews

Banjir Bandang Flotim, Bupati: Banyak Warga Saya yang Belum Diketahui Nasibnya

Banjir bandang, memporak-porandakan Kabupaten Flores Timur. (Foto: Ist)


Kupang, Floreseditorial.com - Bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Flores Timur, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Malaka, TImor Tengah Utara menyebabkan korban ratusan nyawa yang hilang ditelan banjir, rumah penduduk dan infrastruktur jalan raya dan jembatan yang hancur berantakan. 


Banyak warga yang kehilangan tempat berteduh di tengah bencana yang masih melanda, sehingga terpaksa mengungsi ke rumah-rumah warga yang aman, ke balai desa atau ke rumah ibadah seperti gereja. 


Anton Gege Hadjon, Bupati Flores Timur (Flotim) dalam keterangan yang diterima FEC Media, Senin (05/4/2021), menjelaskan sampai saat ini ditemukan 63 warga yang meninggal dunia akibat bencana di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.


“Sementara masih banyak warga yang belum ditemukan dan belum diketahui nasibnya,” kata Bupati Anton 


Untuk tahap awal, warga yang selamat dari bencana sangat membutuhkan bantuan bahan makanan karena mereka kehilangan semuanya, harta benda dan lahan pertaniannya. 


Anton juga berharap agar pemerintah pusat segera turun tangan menyiapkan alat alat berat membantu membersihkan dan memperbaiki keadaan darurat di daerah bencana. 


“Terutama daerah-daerah aliran sungai agar tidak terjadi pelebaran luapan banjir yang merusak kampung dan lahan pertanian masyarakat,” pinta Bupati Anton.


Ia menambahkan, melihat kondisi kerusakan yang parah, pemerintah pusat diharapkan segera menyiapkan anggaran perbaikan infrastruktur terutama jalan, jembatan serta bantuan darurat untuk rumah-rumah penduduk yang hanyut berantakan terbawa banjir.


Sementara, Andreas Hugo Pareira, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan saat dihubungi Floreseditorial.com menuturkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan DPP Partai (PDI Perjuangan) dan Bupati Flores Timur, Anton Hajon untuk mengirimkan dana bantuan.


“Untuk membeli dan mengirimkan bahan makanan bagi yang tertimpa bencana,” tukas Andreas Hugo Pareira.