Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
10 Apr 2021, 10.50 WIB

Bekas Kubangan Kerbau, Sumber Air Warga Lamba Leda Selatan

Bekas kubangan kerbau di Persawahan Lingko Leok, Kampung Mbelar, Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Matim, menjadi sumber air bagi warga setempat. (Foto: Pankra Yoris)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Bagi semua orang, mendapatkan air bersih dari sumber mata air merupakan keharusan, untuk memperoleh kesehatan yang prima. Kesehatan secara fisik, merupakan sebuah tuntutan hidup.


Berbeda dengan yang dialami masyarakat Kampung Mbelar, Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang senantiasa bersyukur saat musim hujan tiba. 


"Jika musim hujan tiba, kami selalu bersyukur. Kami akan memperoleh air bersih untuk minum, memasak, mandi, hingga untuk kebutuhan yang lain," ungkap salah satu warga, Agustinus Asman, kepada media ini, Jumat (9/4/2021).


Namun, hal itu hanya berlaku saat musim hujan tiba. Karena saat musim kemarau, warga Kampung Mbelar harus mengais air di persawahan sekitar kampung, untuk kebutuhan sehari-hari. 


"Bahkan tempat bekas yang biasa digunakan untuk mandi kerbau-pun, kami harus gunakan untuk minum," kata Asman.


Menurutnya, jika warga terpaksa mengambil air dari bekas kubangan kerbau, mereka harus mulai menimba air dari jam 04.00 WITA, itupun hanya mampu mengisi delapan jerigen ukuran 8L.


"Kadang, kami harus berbagi untuk air minum dan memasak, agar semua masyarakat bisa mendapatkan air minum. Kami telah terbiasa dengan kehidupan seperti ini, dan saya alami sejak saya lahir hingga sekrang telah memiiki istri dan anak," bebernya.


Warga lainnya, KA, juga mengatakan, Persawahan Lingko Weok akan mereka jadikan tempat menimba air saat musim hujan tiba.


"Lingko Leok akan menjadi tempat penampungan air saat musim musim hujan tiba, untuk kebutuhan kita di musim kemarau. Di tempat ini pula, biasa digunakan untuk memandikan kerbau saat musim pengolahan tanah sawah. Tapi jika padi telah tanam, maka Lingko Leok pun menjadi tempat untuk kami mandi," tukas KA.