Iklan

Ignasius Tulus
8 Apr 2021, 17.35 WIB
Bencana NTTNews

BNPB: Bencana Alam di NTT Menelan 138 Korban Jiwa



Potret kerusakan pasca bencana yang menghantam NTT. (Foto: Tribunnews.com)


Kupang, Floreseditorial.com - Bencana alam yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari belakangan, menelan korban jiwa hingga ratusan orang.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan, hingga Rabu (7/4/2021), total korban jiwa akibat bencana alam itu mencapai 138 jiwa, dengan rincian sebanyak 67 jiwa di Kabupaten Flores Timur, 32 jiwa di Lembata, 25 jiwa di Alor, lima jiwa di Kabupaten Kupang, empat jiwa di Kabupaten Malaka, dua jiwa di Kabupaten Sabu, di Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende dan Kota Kupang masing-masing satu jiwa.


"Untuk korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut, Kabupaten Lembata 35 orang, Alor 20 orang, dan Flores Timur enam orang," tulis Raditya dalam Rilis BNPB, Kamis (8/4/2021).


Sementara itu, terkait kerugian material, Raditya menjelaskan, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 unit, dan rusak ringan 154 unit. 


Terkait hal itu, Raditya menjelaskan, upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga di pengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi, terus dan masih dilakukan.


"Sejumlah helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi terdampak. Operasi udara ini didukung oleh Satuan Tugas TNI AU yang juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat. Dengan menjaga sinergitas ini, diharapkan penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan gelombang pasang bisa dilakukan dengan baik dan tepat," tuturnya.


Ia menambahkan, saat ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, juga sudah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) bagi Provinsi NTT, terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021. 


Status TDB angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di Provinsi NTT, ditetapkan melalui Surat Keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.


"Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis seroja di Kota Kupang dan 21 Kabupaten dalam wilayah NTT, sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021. Dengan adanya penetapan keputusan TDB ini, diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT," tukasnya.