Iklan

Valerius Isnoho
5 Apr 2021, 16.32 WIB
Bencana NTTNews

BPBD Manggarai Terima 32 Laporan Bencana

Gedung SMAN 3 Cibal yang hancur akibat dihantam angin kencang. (Foto: Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com - Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), juga berdampak hingga wilayah Kabupaten Manggarai, NTT.


Akibat dari intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang selama beberapa hari terakhir, menimbulkan sejumlah kerusakan bangunan di beberapa lokasi.


Kabag Protokol Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, menyampaikan, hingga Senin (5/4/2021) pukul 12.00 WITA, total laporan sementara kejadian bencana yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai mencapai 32 laporan diantaranya, 25 laporan bangunan rusak, satu laporan gelombang pasang, satu laporan tanah bergerak, dua laporan tanah longsor, dan tiga laporan banjir. 


"Total fasilitas terdampak akibat bencana ini sebanyak 41 unit dengan rincian rumah warga 25 unit, fasilitas umum tujuh unit, fasilitas pemerintah enam unit, dan fasilitas pendidikan tiga unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 fasilitas mengalami rusak berat dan 17 fasilitas lainnya rusak sedang," papar Moa.


Ia menyampaikan, laporan bencana akibat angin kencang berasal dari empat kecamatan yakni, satu laporan dari Kecamatan Satarmese Utara, dua laporan dari Kecamatan Cibal, dua laporan dari Kecamatan Ruteng, dan 20 laporan dari Kecamatan Langke Rembong.


"Angin kencang ini mengakibatkan pohon tumbang dan sejumlah rumah warga rusak sedang dan berat. Sementara laporan gelombang pasang terjadi di Desa Robek, Kecamatan Reo, mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan rabat beton rusak. Lalu, laporan tanah bergerak berlokasi di Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri'i, berakibat sejumlah rumah warga terancam roboh," bebernya.


Ia menambahkan, laporan tanah longsor terjadi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, menyebabkan ruas jalan tertimbun longsor dan tanah longsor di salah satu rumah warga di Kelurahan Watu, mengakibatkan Tembok Penahan tanah (TPT) rusak berat. 


Sementara itu, laporan banjir terjadi di dua kecamatan dengan rincian satu laporan banjir dari Desa Hilihintir, Kecamatan Satarmese Barat, mengakibatkan saluran irigasi Wae Mau II rusak berat. Satu laporan lainnya dari Desa Paka, Kecamatan Satarmese, menyebabkan saluran irigasi sekunder Wae Mantar II rusak berat, dan satu laporan dari Desa Iteng, Kecamatan Satarmese, menyebabkan kerusakan pada ruas Jalan Pong Kukung - Melo. 


Terhadap laporan bencana tersebut, pihak BPBD Kabupaten Manggarai telah melakukan monitoring dan penanganan terhadap sejumlah laporan bencana. Untuk wilayah di luar Kecamatan Langke Rembong, BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak kecamatan untuk penanganan sejumlah bencana.