SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
‘Buruk Rupa’ Jalan ke Kampung Golo

Iklan

 


Adrianus Paju
25 Apr 2021, 19.49 WIB

‘Buruk Rupa’ Jalan ke Kampung Golo

Kondisi ruas jalan penghubung tiga wilayah, yakni Desa Pinggang menuju Kampung Golo, hingga wilayah Kampung Ringkas di Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. (Foto: Adrian Paju)



Manggarai, Floreseditorial.com - Kondisi ruas jalan penghubung tiga wilayah, yakni Desa Pinggang menuju Kampung Golo, hingga wilayah Kampung Ringkas di Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpantau sangat memprihatinkan.


Pantauan media ini di lokasi, Minggu (25/4/2021) siang, hampir sepanjang ruas jalan penghubung tiga wilayah desa itu mengalami rusak berat.


Kerusakan terparah tampak di beberapa titik, seperti di sepanjang ruas jalan dari Desa Pinggang menuju Kampung Golo, dan seputar tanjakan di wilayah Kampung Ringkas.


Kondisi lapen di sepanjang titik tersebut sudah terbongkar, meninggalkan material batu yang masih membekas. Tak hanya itu, bahkan bekas lapisan aspal di sejumlah titik pada jalan itu sudah tak tampak.


Salah seorang narasumber media ini yang enggan namanya dimediakan, menjelaskan, selain lapisan aspal yang sudah terbongkar dan tidak membekas, deker jalan di wilayah persawahan warga Desa Pinggang juga ditemukan ambruk, akibat diterjang luapan air salah satu kali di wilayah itu. 


“Lokasi tersebut menjadi salah satu titik akses jalan yang mengalami rusak berat,” katanya, Minggu (25/4/2021).


Menurutnya, kerusakan lainnya juga terjadi pada wilayah perkebunan warga Desa Barang, di mana lapen yang dikabarkan belum lama ini selesai diperbaiki sudah terlihat rusak parah. Diduga kondisi itu terjadi akibat mutu pengerjaan, yang dikerjakan asal jadi oleh pihak kontraktor.


“Selain mutu pengerjaan yang tidak terjamin oleh para kontraktor, ketersediaan got atau saluran air di sepanjang jalan, diduga jadi benyebab utama lapisan aspal sulit bertahan. Sebab di saat musim hujan, air yang bersumber dari tebing jalan mengalir ke tengah jalan. Akibatnya, lapen yang selesai dikerjakan kembali terangkat oleh derasnya arus air yang mengalir di tengah jalan,” tandasnya.


Akibat parahnya kondisi kerusakan pada ruas jalan tersebut, kendaraan roda empat sangat sulit melalui wilayah itu, khususnya di Kampung Goli. 


“warga Kampung Golo mengalami kesulitan apabila hendak menuju kota atau mengangkut hasil bumi untuk dijual ke Kota Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, lantaran sulitnya akses kendaraan roda empat menjangkau hingga ke Kampung Golo,” tukasnya.