SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dampak Pergantian Nama Kecamatan, Warga di Matim Kesulitan Urus KTP

Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
1 Apr 2021, 20.37 WIB
News

Dampak Pergantian Nama Kecamatan, Warga di Matim Kesulitan Urus KTP

 
Ilustrasi KTP. (Foto:Net)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pergantian nama kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat berdampak bagi masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan. 


Salah satu warga Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, BR, kepada media ini, Kamis (1/4/2021), mengaku kecewa dengan pergantian nama kecamatan tersebut.


"Saya merasa kecewa dan bingung terhadap keputusan pemerintah dengan pergantian nama kecamatan. Anak saya telah merekam Kartu Tanda Penduduk (KTP) beberapa waktu yang lalu, namun KTP anak saya belum bisa dicetak karena Nomor KTP belum keluar dari Pemerintah Pusat. Padahal anak saya mau pergi kuliah keluar daerah, dan sangat membutuhkan identitas seperti KTP," jelas BR.


Menurutnya, pihaknya hanya diberikan Surat Keterangan, sambil menunggu hingga Nomor KTP keluar, sementara Surat Keterangan itu hanya berlaku satu bulan saja. 


"Apakah anak kami yang hendak keluar daerah juga harus menunggu sampai nomor seri tersebut keluar," ujarnya kesal.


Selain itu, warga lainnya yang enggan dimediakan namanya, mengaku kecewa dengan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Matim. 


"Saya sangat kecewa dengan respon di Capil yang katanya bisa mengurus melaui online. Tetapi setelah kita mengirim persyaratan, nomor terkait tidak memberikan balasan jika berkasnya sedang diproses. Kami juga mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di luar Kantor Capil, namun tidak mendapatkan respon," beber warga tersebut.


Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Matim, Robertus Bonafantura, saat dihubungi media ini, mengaku sedang mengikuti rapat. Beliau meminta agar dihubungi melalui WhatsApp. Namun hingga saat ini, floreseditorial.com belum mendapat respon balasan.