Iklan

Valerius Isnoho
19 Apr 2021, 16.46 WIB
Hukrim

Diduga Korupsi Dana Desa, Pjs Bangka Kenda Dilaporkan ke Polres Manggarai

Masyarakat Desa Bangka Kenda saat melaporkan dugaan korupsi Pjs. Bangka Kenda ke Polres Manggarai, Senin (19/4/2021). (Foto: Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com - Pejabat Sementara (Pjs) Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), inisial AH, dilaporkan warga desa setempat ke Kepolisian Resor (Polres) Manggarai, atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020, Senin (19/4/2021).


Salah satu warga Desa Bangka Kenda, Markus Ganggus, kepada floreseditotial.com, menjelaskan, laporan tersebut dilakukan berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh Pjs. Desa Bangka Kenda.


"Yang pertama terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT), mereka lapor dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) senilai Rp579.600.000,00 yang disalurkan bagi 161 Kepala Keluarga (KK), sehingga seharusnya per KK mendapat Rp3.600.000,00. Namun nyatanya, masyarakat hanya mendapat Rp2.700.000,00, yang diterima dalam tiga tahap yakni tahap pertama Rp1.200.000,00, tahap kedua Rp600.00,00, dan tahap ketiga Rp900.000,00. Jadi yang kami tuntut sekarang berkaitan dengan laporan dari mereka yang tidak sesuai realisasinya," papar Markus.


Ia menyampaikan, selain BLT tersebut, banyak kejanggalan lain yang terjadi di Desa Bangka Kenda. Markus memaparkan, seperti yang terlihat dalam SPJ Pemerintah Desa (Pemdes) Tahun 2020 yang menyatakan adanya Dana Perawatan Jalan Desa dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Namun kata Markus, realisasi dan tempat pengerjaan tidak jelas.


"Kalau soal jalan desa, itu ada. Tapi kalau perawatan, itu tidak ada sama sekali. Namun dalam SPJ mereka, anggaran untuk perawatan jalan itu mencapai Rp510.000.000,00. Terkait Dana Lansia juga, tidak pernah direalisasikan oleh lansia itu sendiri. Adapula Bantuan Rumah Tidak Layak Huni dan Meteran Listrik, sampai sekarang tidak terealisasi," beber Markus.


Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Manggarai, AIPDA Joko Sugiarto, ketika dikonfirmasi media ini, membenarkan adanya laporan dari warga Desa Bangka Kenda. Menanggapi laporan tersebut, Ia berjanji, pihaknya akan mengambil langkah-langkah dalam merespon laporan masyarakat Desa Bangka Kenda itu.


"Pengaduan Masyarakat (Dumas) tersebut baru diterima hari ini, dan kami akan tindak lanjuti," tukasnya.