SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dinkes Manggarai Gelar Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Vaksin AstraZeneca

Iklan

 


FEC Media
20 Apr 2021, 21.59 WIB
News

Dinkes Manggarai Gelar Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Vaksin AstraZeneca

Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Prokopim).


Manggarai, Floreseditorial.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan Sosialisasi Introduksi Vaksi AstraZeneca bagi Tenaga Puskesmas, lintas sektor, lintas program, tingkat Kabupaten Manggarai, bertempat di Aula Puspita Efata Ruteng. Selasa (20/4/2021),l pukul 09.30 WITA.


Total Vaksin AstraZeneca multi dosis yang diterima Dinkes Manggarai sebanyak 44 vial, dan telah digunakan untuk pelayanan publik pada 16 April 2021 lalu di dua tempat, yakni di Puskesmas Reo sebanyak 100 orang dan Puskesmas Iteng sebanyak 100 orang. Jadi total keseluruhan penerima vaksin sebanyak 200 orang. 


Dalam arahannya, Plt Kadinkes Manggarai, Nobertus Burhanus, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, faskes swasta, puskesmas, dan lintas sektor serta program, yang telah menyukseskan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap I bulan Januari hingga April 2021.


"Secara umum, vaksinasi tahap pertama berjalan dengan baik. Semoga pelaksanaan vaksinasi kedua menggunakan vaksin baru AstraZeneca, dapat berjalan dengan lancar," harapnya. 


Di lain pihak, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Manggarai, dr. Maria S. Ganggu, saat memaparkan materi terkait KIPI, mengataka, edukasi terhadap pasien dan keluarga sebelum pemberian vaksinasi merupakan hal yang sangat penting. 


"Vaksinasi tidak ada yang seratus persen bebas dari efek samping. Karenanya, Petugas Kesehatan wajib memberikan edukasi terkait efikasi dan efek yang ditimbulkan. Sedangkan untuk menjamin kesinambungan dan keamanan, pemberian Vaksinasi Covid-19 dosis satu dan kedua harus berasal dari jenis vaksin yang sama. Bila dosis pertama Sinovac, maka dosis kedua juga harus Sinovac. Demikian juga dengan AstraZeneca. Itu berlaku sama," papar dr. Maria.


Terkait pemakaian vaksin baru covid-19 jenis AstraZeneca, Ia menegaskan, penggunaan vaksin tersebut tidak menyasar kepada pasien dengan gejala berat maupun yang sedang dalam perawatan. 


"Khusus vaksin baru ini, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/II/841/2021 tentang Informasi Mengenai Vaksin Covid-19 AstraZeneca. Dalam surat tersebut, dikatakan bahwa  vaksin ini merupakan vaksin vektor adenoviral (rekombinan), yaitu mengandung virus flu biasa yang telah dimodifikasi, sehingga tidak dapat bereplikasi atau berkembang di dalam tubuh manusia, tetapi dapat menimbulkan respon kekebalan terhadap covid-19," jelasnya.


Ia menyampaikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) telah menjamin keamanan dan kualitas Vaksin AstraZeneca, dibuktikan dengan diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) tanggal 22 Februari 2021 dengan Nomor EUA2158100143A1. 


Masih dari surat tersebut, dikatakan bahwa vaksin yang harus disimpan pada suhu 2 sampai 8 derajat celcius itu, diberikan kepada sasaran dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan takaran 0,5 ml secara intramuscular (injeksi kedalam otot tubuh), dengan interval 8-12 minggu dari dosis pertama. Efikasi (kemanjuran atau manfaat) terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu, dengan nilai efikasi 76 persen. 


Sedangkan KIPI yang sangat umum terjadi (kemungkinan dibawah 10 persen) biasanya bersifat ringan yaitu pusing, mual, nyeri otot (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, malaise, dan demam. Bila keluhan berlanjut, peserta vaksin disarankan untuk segera menghubungi Petugas Kesehatan atau ke fasilitas pelayanan kesehatan. 


Turut hadir pada acara tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Direktur RSUD dr. Ben Mboi, Direktur Rumah Sakit Cancar, Kepala BPJS, Kepala Puskesmas dan Tim Vaksinator se-Kabupaten Manggarai.