Iklan

FEC Media
16 Apr 2021, 09.02 WIB
Bencana NTTNews

Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Otoritas Tetapkan Status Siaga III

Gunung Api Ile Lewotolok. (Antara Foto)


Lembata, Floreseditorial.com - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengeluarkan abu vulkanik ke arah Barat dengan ketinggian mencapai 1.000 meter, dengan durasi 35 detik, pada Kamis (15/4/2021) pukul 15.00 WITA.


Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, kepada Awak Media, menjelaskan, letusan disertai dengan dentuman kuat itu, sudah ditetapkan dalam status siaga level III. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, karena Ile Lewotolok masih menjadi sebuah ancaman. 


"Kepada seluruh masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk terus siaga, dan tidak mendekat sekitar lokasi gunung, karna abu vulkanik dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya. Gunakan penutup hidung dan mulut, maupun perlengkapan lainnya untuk melindungi mata dan kulit," jelas Stanis.


Ia juga mengimbau, kepada pihak tertentu, untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoax yang dapat meresahkan warga. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung yang tidak jelas sumbernya.

 

Karenanya, kepada semua instansi dan masyarakat, agar memantau perkembangan status maupun rekomendasi Gunung Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.


“Kepada para pemangku kepentingan di sektor penerbangan, dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation). Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung," ujarnya.


Ia berharap, masyarakat atau pun petugas yang sedang melakukan pencarian korban banjir bandang dan longsor, agar tidak melakukan aktivitas dengan radius tiga kilometer dari puncak gunung.


"Kepada masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak/kawah," tukasnya.


Laporan: Lazarus Nada