Iklan

Benediktus Kia Assan
20 Apr 2021, 19.39 WIB
News

Julie Laiskodat Siap Bantu Pendidikan Anak-anak Korban Bencana di Lembata

Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, saat mendiskusikan data kebutuhan warga terdampak banjir bandang yang tinggal di Posko Pengungsian SMPN 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata, Senin (19/4/2021). (Foto: Ben Kia Assan)



Lembata, Floreseditorial.com - Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, siap membantu pendidikan anak-anak terdampak banjir bandang di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama pada level pendidikan tinggi. 


Untuk itu, Julie Laiskodat, meminta data lengkap keluarga terdampak banjir bandang, yang memiliki anak dan sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.


Pernyataan tersebut disampaikan, Julie Laiskodat, saat mengunjungi warga terdampak banjir yang tinggal di sejumlah posko seperti di SMP Santu Pius X, Posko Kelurahan Lewoleba Tengah, dan Posko SMPN 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata. 


Pantauan floreseditorial.com, Julie Laiskodat, didampingi Ketua Bappilu DPD Partai NasDem NTT, Aleks Ena, dan Ketua DPC NasDem Lembata, Hendrik Mosa, saat mengunjungi SMPN 1 Nubatukan, Senin (19/4/2021) petang, memberikan bantuan makanan tambahan dan susu untuk asupan nutrisi bagi warga terdampak, terutama bagi ibu hamil, bayi dan balita, serta pakaian layak pakai. 


Selain menyerahkan sejumlah kebutuhan harian,  Legilslator Partai NasDem itu juga menanyakan sejumlah kebutuhan warga terdampak yang hilang akibat bencana banjir bandang pada 4 April 2021 silam itu.


Kepada Julie Lasikodat, Salah satu warga Desa Lamawolo, Albertus Kunang, menuturkan, bencana banjir mengakibatkan dirinya kehilangan aset untuk mendukung perkuliahan anak-anak mereka.


“Di kampung, ada sekitar 20-an anak yang sedang kuliah. Keadaan ini buat kami bingung, bagaimana mau urus mereka punya biaya kuliah. Semua sudah habis. Dan kami sekarang tinggal di posko pengungsian ini," keluh Albertus Kunang. 


Sementara itu, Julie Laiskodat, menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).


“Untuk anak-anak yang SMA, akan kita komunikasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Untuk anak-anak yang sedang kuliah, akan saya sampaikan kepada Gubernur untuk diperhatikan. Mungkin nanti bisa dibiayai, terutama semasa Bapa dan Mama masih tinggal di pengungsian ini," ujar Yulie.


Meski berkomitmen mencari jalan keluar mendukung pendidikan anak-anak terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata, Julie Laiskodat, menegaskan bahwa dirinya sangat membutukan data pendukung, yakni data sebaran anak-anak terdampak banjir dan jenjang pendidikannya. 


“Saya minta tolong, saya diberikan data soal anak-anak yang sedang sekolah atau kuliah. Kita bisa bantu cari jalan keluar. Yang penting harus ada data. Secepatnya, tolong didata dan diserahkan kepada saya," pintanya.


Penegasan data tersebut juga disampaikan, Julie Laiskodat, saat berkunjung ke Posko Pengungsi Santo Pius X. Ia meminta data lengkap ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan balita yang ada di posko penampungan.


“Saya juga meminta diberikan data kebutuhan dasar para pengungsi, agar bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.


Ia mengatakan, pihaknya akan memenuhi kebutuhan harian para pengungsi terutama ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan anak-anak. Ia juga meminta Kepala Desa (Kades) Waimatan, Mus Betekeneng, agar mencatat semua kebutuhan tersebut, untuk dilaporkan langsung kepadanya. 


“Saya sudah membawa pakaian layak pakai untuk kebutuhan para pengungsi. Saya minta Bapak Kades mendata kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, sehingga kita bisa mendatangkan makanan tambahan, susu, dan vitamin untuk mereka,” katanya.


Ia menambahkan, saat ini kebutuhan makan minum sudah memadai, namun yang perlu dipikirkan adalah menuju bulan kedua, ketiga, dan seterusnya.


“Saya meminta masukan dari masyarakat pengungsi, kebutuhan-kebutuhan yang perlu dibantu selama berada di tempat pengungsian, hingga nanti direlokasi oleh pemerintah. Kebutuhan ibu-ibu didata dan disampaikan. Bagi ibu hamil dan menyusui, agar didata dan dapat dipasok nutrisi, agar meski dalam masa bencana asupan nutrisi terjamin. Saya butuh masukan dari bawah. Jangan pasrah saja terima-terima padahal tidak butuh,” tukasnya.